Senin, 24 April 2017

My Skincare Routine (Clinique, Laneign) + Review SK II dan Erha 21

Lama sekali tak pulang ke rumah ini. Aku terbuai dengan dunia lain selain tulis menulis. Dunia keluarga dan pernak-perniknya tentu. Sejak tulisan terakhir, setelah lebaran, asisten rumah tanggaku yang bekerja setengah hari berhenti bekerja. Maka jadilah aku mengerjakan semuanya sendiri sampai sekarang. Semua? Ya ... se mu aaaa. Mulai dari mencuci piring, pakaian, menjemur, menyetrika, menyapu, mengepel, membereskan kamar, lap ini, lap itu, dan sesekali memasak (karena terkadang juga beli diluar), hingga wajahku sering sekali terkena debu.

Ntahlah, menurut pengamatanku terhadap wajah ini yang sebelumnya tak banyak masalah terutama jerawat, jerawatku mulai tumbuh sejak aku berkutat dengan debu dan teman-temannya, ditambah juga belakangan aku rutin berenang. Jadi selain berjerawat, wajahku juga menghitam, nggak sehatlah karena terlalu sering terkena air kolam renang yang banyak kaporitnya. Memang sih, jerawat yang muncul itu cuma 1 atau dua silih berganti, tapi cukup mengganggu. Belum lagi wajah juga bruntusan akibat air kolam renang.

Sebelumnya untuk wajah, aku puas hanya dengan memakai Clarifying Toner Lotion 2 dari Clinique untuk membersihkan wajahku, dan lalu pakai Sunscream dari Dr. Ritut (Klinik kecantikan dan akupuntur Medan).

Pakai Toner Clinique ini sudah cukup lama, sejak kuliah sekitar tahun 2000, yang waktu itu aku juga rutin pakai 3 step nya. (Sabun, toner, krim). Namun sejak menikah, sabun dan krim aku pangkas untuk menghemat pengeluaran, dan aku ganti dengan merk lain (Biasalah, apalagi setelah punya anak, perlengkapan dan pempers anak lebih penting kaaan). Ketika anak-anak sudah bebas ASI semua, baru aku pakai Sunscream dari Dr. Ritut.

Banyak yang bilang, wajahku bersih, cerah, glowing, dan tanpa masalah. Cerahnya bukan putih merah-merah ala krim dokter biasanya, tapi cerah secukupnyalah. Kalau dibandingkan dengan leher...warnanya sama. Asal bukan dengan punggung telapak tangan ya, secara selama di Depok, aku selalu naik motor tanpa pelindung tangan. Jadi, punggung telapak tanganku lebih hitam.


Aku yang tengah.


Beberapa bulan lalu, mulai timbul jerawat kecil-kecil yang cukup menggangguku. 

Kira-kira seperti ini:


Kalau di Zoom, akan kelihatan wajahku beruntusan di dagu, pipi, dan bawah hidung.

Melihat review SK II, aku tertarik untuk mencoba membeli Welcome Kitnya yang berisi: FTE, R.N.A Power (krim), dan Clear Lotionnya seharga Rp 890.000. Aku pakai ini, dan memberhentikan sementara toner Clinique dan sunscream Dr. Ritut. Untuk SK II ini, Aku paling suka FTE nya, kalau dipakai dingin-dingin empuk dan wajah berasa kenyal. Tapi wajahku jadi sedikit beruntusan, dan sepertinya produk FTE ini bekerja untuk jangka waktu yang lama. Nggak cocok untuk karakterku sepertinya. Apalagi packaging yang normalnya mahal banget.

Aku berhenti pakai SK II, lalu kembali ke Toner Clinique dan sunscream Dr, Ritut.

Tapi... beruntusan diwajahku semakin bertambah ketika aku mulai rajin berenang. Puncaknya ketika leherku sakit, dan aku harus renang seminggu 2-3 kali, lalu bruntusan di wajahku semakin parah.

Nggak tahan sama wajah beruntusan dan menghitam, lalu kebetulan pula Toner dan sunskrim Dr. Ritut juga habis, akhirnya aku cari-cari info dokter dan klinik yang bagus untuk membersihkan wajah. Dan pilihan coba-cobaku jatuh pada Klinik Erha 21 di Depok. Kesanku terhadap klinik Erha, kliniknya sangat nyaman, bersih, dan mewah. Di Erha, aku konsultasi dengan dokter kecantikannya, lalu diberi resep krim pagi-malam dan pembersih wajah. Untuk produk Erha dan konsultasi dokternya, biaya yang aku habiskan berkisar sekitar Rp 650.000.

Pengalaman pakai Krim dari Erha selama 1 bulan:
1. Untuk sabun, aku dberi ACS BP (acne). sabun ini, wanginya menyegarkan, tapi membuat kulit kering. dan berasa agak pahit kalau terkena bibir.
2. Krim pagi dan malam: Tak kalah pahit, apalagi kalau wudhu, langsung deh masuk ke mulut rasa pahitnya. Setelah 2 hari pakai rangkaian, memang sih jerawatku kering, tapi wajahku juga berasa kering dan ketat banget sampai kayak ketarik-tarik kulitnya, dan jadi keriput kalau tertawa dan mengernyitkan dahi. Belum lagi setelah tiga minggu pemakaian, daerah pipi, dagu dan bawah hidung mulai pedih seperti terbakar. Akhirnya, atas saran suami, aku disuruh berhenti pakai Erha 21. 

Ini wajahku setelah dua minggu pakai Erha. Bruntusan hilang, jerawatnya kering, tapi wajahku berasa seperti ketarik-tarik kulitnya. Kalau di foto begini, nggak kelihatan sih. bakal kelihatan kalo aku mengernyitkan dahi, atau tertawa, langsung seperti keriput di dahi dan beberapa spot karena terlalu ketarik, dan akhirnya bersisik seperti mengelupas. Yang lebih nggak kuatnya, efek panas dan perih setelah pemakaian 3 minggu, ditambah wajah mulai memerah.

Stop Erha, Aku Coba ke Counter Laneign.
Mendatangi counter Laneign bukan tanpa alasan loh. Sebelumnya aku sudah mencari informasi di forum femaledaily.com. Setelah membaca beberapa review product, aku putuskan untuk mencari "Original Essence White Plus Serum' nya Laneign. 
Untuk harga, serum ini dilabel dengan harga sekitar Rp 740.000 di Sogo.


Serum ini aku pakai pagi dan malam, teksturnya ringan dengan packaging yang higienis. Kalau pakai ini di malam hari, memang kerasa kenyal di pagi harinya. Sayangnya, lagi-lagi aku malah jerawatan atau bruntusan ketika awal-awal pakai ini. Jerawatnya cukup banyak, hingga aku memutuskan untuk menambah produk dari Clinique yang memang menurut pengalamanku paling aman dan sehat terutama untuk kulitku yang lagi penyesuaian terhadap produk baru.

Kalau untuk serum Laneign ini sendiri, tetap sih ya masih aku rekomendasikan. cukup membantu mencerahkan, membuat kenyal, dan mengecilan pori-pori juga. Soal jerawat di awal pemakaian, itu tergantung kulit kita juga.



Ini wajahku ketika awal-awal pakai serum Laneign. Jerawatnya jadi bertambah yaa. Sebenarnya ini masih mending, ketimbang waktu awal-awal banget. poto ini kira-kira udah sekitar 2 minggu pakai Clinique. Sebelumnya, jerawatnya merah-merah di kedua pipi, bawah hidung dan dagu.


Nah, untuk produk pencerah lain yang kabarnya sebanding dengan laneign ini, adalah Booster Vit C dari Novexpert. Aku sih belum coba pakai, tapi menurut teman dan beberapa review di Femaledaily.com yang sudah pakai ini, produk ini juga bagus sekali. Booster Vit C ini dilabel dengan harga Rp 840.000 di Sephora.com atau Toko Sephora di beberapa Plaza di Jakarta seperti Kota Kasablanka. Rencananya kalau serum Laneign habis, aku pengin juga nyoba serum yang ini.

Kembali ke Sogo, dan Mendatangi Counter  Clinique. 

Kali ini bukan cuma Tonernya yang aku beli. Tapi juga rangkaian 3 stepsnya, ditambah Moisture Surge Extended Thirst Relief nya, dan Sunblock. 

3 steps dari Clinique ini meliputi Sabun pembersih wajah, clarifying lotion toner, dan moisturizer. Aku pilih Clarifying Lotion No 2, karena wajahku kombinasi.

Aku sudah pakai Clinique ini sejak tahun 2000, terutama untuk Clarifying lotionnyaa. Ntalahlah, menurut pengalamanku sih, toner ini yang bikin kerja krim setelahnya jadi lebih baik. Karna fungsinya mengangkat kulit mati. Setelah pakai ini pun, kulitku berasa segar banget. Untuk yang baru-baru pakai, bakalan merasa sedikit perih seperti memakai alkohol. Tapi setelah seminggu, kulit sudah terbiasa. Apalagi kalau pakainya sampai 17 tahun kayak aku.

Total harga dari 3 steps ini adalah:
- Moisturizing Gel: USD 26 (Rp 360.000). 
   Produk ini lumayan hemat pemakaiannya. dipakai 2 kali sehari setelah toner, dan sepertinya baru habis sekitar  4-5 bulan. Dipakainya cukup setes aja.
- Clarifying Lotion Toner 2: Rp 480.000. 
  Dipakai 2 kali sehari setelah membersihkan wajah dengan liquid soap. Sesuai pengalaman, akan habis setelah 3 bulan-an
- Liquid Facial Soap: Rp 325.000. Juga dipakai 2 kali sehari sebelum memakai yang lain. Nah yang ini juga hemat, sekarang sudah 7 minggu pemakaian, tapi setengahnya pun belum habis.

Selain 3 steps diatas, Mbak penjaga counternya bilang, bahwa wajahku yang seperti ketarik, keriput, dan bersisik itu sebenarnya bukan kering, tapi dehidrasi karena pakai produk yang sebelumnya yang bikin kulit panas . Dan dia menyarankan untuk memakai ini: 
Dari semua produk yang aku pakai, selain Tonernya, aku paling suka Moisture Surge ini. Dipakai, langsung berasa dingin di kulit, dan benar, setelah 3 hari pemakaian, kulitku yang dehidrasi karena pakai produk sebelumnya akhirnya normal lagi. Nggak lagi berasa ketarik, keriput, dan bersisik mengelupas. Untuk harga, produk ini dibandrol dengan harga sekitar Rp 550.000. Dipakai setelah memakai rangkaian 3 steps. 

Untuk pemakaian diluar rumah, alias berpanas-panas, aku tambah dengan sunblock. Untuk Sunblock, aku juga pakai Super City Block SPF 40 dari Clinique yang ini: 

Awalnya aku kurang suka pakai ini karena warnanya yang coklat seperti alas bedak. Dan sebenarnya beli ini sudah sejak lama, cuma bukan buat aku, tapi buat Hamdi dan Ahza kalau sedang ada kegiatan di luar seperti lomba atau sedang latihan panahan. Sunblock ini memang aman untuk kulit anak-anak. 
Tapi, sunblockku yang selama ini aku pakai dari Dr. Ritut sudah habis. Juga kasian sama nyokap yang selalu aku mintain tolong beli dan kirimkan dari Medan. Jadi ya, aku coba aja pakai ini. 
Ternyata, lama-lama ya menurutku cocok juga.
Harga: Rp 380.000





Step-step yang aku pakai seperti ini :
Cuci wajah pakai liquid soap Clinique, lalu pakai tonernya, kemudian kalau ada serum, dipakai dulu serumnya. untuk serum aku masih pakai Laneign diatas. Setelahnya moisturizing Gel. Setelah 3 step beserta serum Laneign, baru dilanjutkan dengan Moisture Surge dari Clinique, dan kalau keluar rumah ditambah Sunblocknya. 

Walau pemakaiannya banyak, tapi di wajah tetap ringan. Segar banget malah. Biasanya aku paling nggak suka pakai krim malam, suka risih di wajah. Tapi kalau pakai Clinique, krim-krimnya dingin di wajahku.

Nah ini pemakaian setelah 7 minggu: 


video



Jerawat dan bekas jerawatnya udah mulai memudar. Juga nggak tumbuh jerawat baru walau sudah 2 kali haid. So far sih puas, dan tetap sabar sampai bekas jerawatnya hilang sempurna.  

Sekarang juga jadi lebih PD kalau pakai make up tambahan. Taulahkan, kalau kulit wajah ada jerawat yang timbul dan bruntusan, bedak dan make up jadi nggak kelihatan bagus. Nah sekarang tinggal bekasnya aja yang sudah mulai pudar, kulit wajah juga udah rata, jadi kalau pakai make up jadinya lebih bagus.










4 komentar:

  1. Mostly, sekarang aku pakai wardah, skincare + kosmetik. Kalau Skincare, aku kok gak berasa udah pakai skincare lama. Mukaku biasa aja mak. Rencana mau ganti sama yang lebih mehong nih, hahaha
    Sekarang aku lagi pakai Bio Essence. Cuma tiga rangkaian skincare, tanpa serum dan krim malam. Yang paling aku suka adalah youth radiant cream-nya. Belum kelihatan sih ya krn baru make juga.
    Untuk bintik hitam, kayaknya skincare udah gak mempan deh. Mesti peeling nih ke dokter kulit, wkwkkwk
    Btw, thanks sharingnya ya mak Fidaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Teman-teman juga banyak yang pakai kosmetik wardah kak. kalo untuk kosmetiknya, pida juga nyetock. kayak lipstik, trus kemaren baru belu blush on sama eye shadownya. kosmetiknya wardah walaupun murah tapi bagus juga di wajah. lipstiknya juga bagus-bagus warnanya.

      Bio essence perah liat di apotik besar yang ada di plaza kayak guardian dan semacamnya. barusan baca reviewnya juga banyak yang bilang bagus ya.

      Hapus
  2. Assalammualaikum mba.. Perkenalkan saya sherly dari batam. Sya juga seminggu ini pakai krim erha yg buat agne sma sperti mba muka juga jdi ketarik dan kriput ga nyaman bngt buat buka mulut aja pas mkn susah fi paksain ntr hbs itu ngelupas muka emank klihatan lebih cerah tapi koq kyk ketarik terus mulai td mlm sy berentiin pakai krim malamnya. Dan sya buat siangnya hanya mau pakai kn sunbloknya. Dan sampai saat ini msh bingung apa kontrol ulang lagi ke dokternya atau berentiin dan cru produk lain atau krim dokter lain. Menurut mba gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam. Salam kenal sherli.
      Kalau saya pribadi akhirnya ya diberhentikan. Cuma mungkin beda orang, beda pula hasilnya.
      Di saya kan prosesnya itu cukup nggak enak karena berasa ketarik, lalu perih memerah...jadi ya nggak lanjut lagi.
      Mungkin kalo sunblock nya aja...nggak papa kali ya. Asal efeknya nggak menyakitkan kayak perihbmerah2 dan berasa ketarik.

      Hapus