Selasa, 25 April 2017

Masih Bisa Tidur Siang dengan Bisnis Online

Aku sudah mulai ber-bisnis online sejak tahun 2013. Saat itu dimulai dengan berjualan aksessoris seperti gelang, cincin, dan liontin yang aku ambil dari Hongkong dan China. Sedangkan fokus ke mukena dimulai sejak perpindahanku dari Banda Aceh ke Depok. Mengapa akhirnya aku tertarik dengan bisnis online mukena?
Alasan pertama, ternyata mukena memang sangat banyak peminatnya terutama menjelang Ramadhan dan lebaran. Selain itu, tidak seperti pakaian, mukena ini juga tidak perlu pusing dengan size yang harus bermacam-macam. Sedangkan pakaian, setiap size harus kita sediakan. dan akan ada kemungkinan beberapa size ini kurang peminatnya. Ini adalah contoh mukena yang sudah aku produksi sendiri, dan berlangsung sampai produksi ke 4:

                               









Walau aku lebih senang berjualan mukena, tapi ada juga pakaian yang aku produksi.

Disetiap produksinya minimal aku bikin 100 pcs mukena/pakaian.  Alhamdulillah, semua mukena habis terjual hanya malalui ber-bisnis online. Barang dagangan, aku posting di media-media sosial dan beberapa situs jualan seperti Tokopedia.  Pelanggan-pelangggan juga berdatangan, mulai dari pembeli yang membeli untuk dirinya dan keluarganya ataupun untuk dijual lagi. Jualan seperti ini, ada zat-zat "bahagia" mengalir di otak.

2017, harus naik kelas dong. Rasain juga sensasi bisa bikin mukena, sprei, dan baju sendiri, lalu dijual. Biar tau setiap detil barang produksi dan juga semua kesulitannya. Juga supaya lebih bisa menghargai penjahit yang menerima pesanan produk kita.
Ternyata, setelah aku kursus menjahit di tiga bulan berjalan ini, justru rasa senang yang aku dapatkan. Ntahlah, ada perasaan bahagia yang mengalir di otak, sampai aku bisa lupa waktu, lupa makan, lupa minum...tiba-tiba perut udah kruuuuk aja.

Inilah beberapa hasil karyaku yang masih belajar berkarya dari rumah:




Setiap kita, harus bisa menemukan apa yang kita sukai, begitu bukan?

Aku sudah menemukan yang aku sukai, ya dari dulu berdagang.
Waktu masih kuliah, pernah mencoba bejualan tas khas Jogja yang aku ambil dari temanku, lalu aku kirim ke Medan. Dan mama membantu memasukkan tas-tasku ke beberapa butik di Sinar Plaza. Di butik itu tas-tasku dijual dengan harga 2 sampai 3 kali lipat.
Setelah menikah,
Tahun 2005 akhir, merintis usaha internet besama teman. Warnet, internet cafe yang kami beri nama Waroeng Multimedia
. Lalu beberapa tahun kemudian merintis juga taman bacaan Waroeng Komik yang juga ada Photocopy, lanjut Studio Musik Proxibit. Dan kemudian mengelola Fame Game kepunyaan teman, selama di Banda Aceh.
Diantara usaha itu, ada yang sangat baik perjalanan bisnisnya, ada juga yang tak mulus. Tapi ya begitulah berbisnis. Dan disitulah kita belajar.
Lalu ayahnya anak-anak mutasi kerja ke Jakarta, dan kami tinggal di Depok. Sedangkan seluruh usaha di Banda Aceh sudah dijual beserta aset-asetnya.
Hanya dua bulan aku bisa diam di rumah tanpa jualan. Setelah dua bulan, otak dan ragaku sudah berontak, akhirnya mengajak kakiku untuk bergerak ke Tanah Abang. Dari sanalah aku mengenal dunia pakaian, sprei dan mukena. Awalnya hanya membeli 1/2 lusin baju gamis, aku foto...upload di media sosial...dan ternyata laku. Beberapa hari kemudian, belanja lagi, foto lagi, upload lagi, terjual lagi.

Belanjaan mukena yang cuma berawal dari 3 buah, lalu setengah kodi, lalu satu kodi, lanjut bisa 3 kodi sekali angkut ketika aku belanja. Sampai akhirnya aku bertemu penjahit yang cocok di Tangerang, dan mulai mem-produksi mukena-mukenaku sendiri.

Tapi, 2016 terpaksa berhenti sejenak dari memproduksi mukena karena aku kehilangan penjahitku (pindah rumah, no hp pun sudah tak aktif lagi).

2016, walau tak memproduksi mukena, tapi aku masih ber-bisnis online produk-produk lain seperti sprei, dan pernak pernik seperti Flashdisk yang aku ambil dari China. Walau tidak menyentuh atau bergerilya dengan bahan kain di Tanah Abang lagi, tapi selama satu tahun itu, ingin sekali belajar menjahit, agar bisa menjahit mukena dan pakaian yang aku mau, kapan pun tanpa harus menunggu punya penjahit.
Alhamdulillah 2017, keinginanku tercapai. Kursus menjahit, membuat pola, dan menjahit sendiri semua yang aku mau. Insya Allah, akan muncul lagi produk terbaruku bulan ini dan siap diluncukan dalam jajaran bisnis onlineku.
Hmmm...belajar itu tak henti diumur. Sampai kapanpun tetap harus terus belajar. Apalagi dalam dunia usaha. Mencari tau, menemukan passion, kesukaan, menyelami setiap detilnya.

Banyak hal yang aku alami selama ber-bisnis online ini. Suka, duka, semuanya ada. Dalam bisnisku ini, aku merangkap semua. Aku sebagai penyetok barang, aku sebagai tukang angkut, aku sebagai photographer, aku sebagai digital marketing, dan packaging, semua aku lakukan sendiri. Lelah? Tentu. Tapi lebih bahagia. 
Semua yang dimulai dari awal, dilakukan setiap detilnya, tentu akan berbuah ilmu dan hasil lebih baik. Apalagi sekarang aku sudah mengerti seluk beluk jahit-menjahit. jadi, ya bisa juga merasakan suka dukanya para penjahit yang aku ajak bekerjasama untuk menjahit produk-produkku.

Inilah beberapa keuntungan dan kemudahan ber-bisnis online:
  •  Tidak perlu biaya untuk menyewa toko yang lumayan mahal
  •  Tidak perlu mengeluarkan biaya gaji pegawai untuk menjaga toko kita
  •  Bisa dilakukan dari mana saja, bahkan sambil memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga.
  • Tidak terikat waktu, tapi tetap yaa, semakin rajin, maka pintu keberhasilan akan semakin dekat.
  •  Masih bisa tidur siang dan menjaga kondisi tubuh dengan cukup istirahat, ini penting.
Sedangkan dukanya:
  •   Kadang, ada yang suka PHP in ^_^

Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba menulis Blog Dumet School dengan tema Bisnis Online. Ada berbagai pilihan kursus di Dumet School, seperti: Kursus Web Design, Digital Marketing, Web Master, Graphic Design, dan Web Programing. 





-->

Tidak ada komentar:

Posting Komentar