Sabtu, 22 Juli 2017

Kamu Memberi Hutang, Kamu yang di Unfriend? Udah, Ikhlas Aja.


Pernah meminjamkan uang, tapi tidak dibayar sama sekali? Aku pernah.
Pernah meminjamkan uang, tapi yang pinjam bilang udah transfer padahal dilihat dari transaksinya belum sama sekali? Aku pernah.
Pernah meminjamkan uang kepada calon pasangan yang sangat butuh untuk biaya mereka menikah, tapi akhirnya akun fb kita di remove tanpa tau sebabnya? Aku pernah.

Apa yang aku lakukan? Yang mana? Yang tidak dibayar sama sekali? Yaaa... sudah pernah sih aku ingatkan lewat WA dan sms, tapi responnya tidak ada. Angka hutang nyampe hitungan juta. Sedangkan kondisinya dia ketika itu masih mahasiswa yang bekerja paruh waktu di usahaku. Akhirnya, ya sudahlah, aku ikhlaskan dulu hingga dia mendapatkan pekerjaan yang baik dan bisa membayar hutang-hutangnya.
Empat tahun berlalu, kabar pun tiada.
Nah tipe peminjam yang tak bayar, bukan cuma satu, tapi ya beberapa kali. Dan suamiku mengikhlaskan. Berhubung suami ikhlas, aku pun jadi ikut legowo saja.

Selasa, 25 April 2017

Masih Bisa Tidur Siang dengan Bisnis Online

Aku sudah mulai ber-bisnis online sejak tahun 2013. Saat itu dimulai dengan berjualan aksessoris seperti gelang, cincin, dan liontin yang aku ambil dari Hongkong dan China. Sedangkan fokus ke mukena dimulai sejak perpindahanku dari Banda Aceh ke Depok. Mengapa akhirnya aku tertarik dengan bisnis online mukena?
Alasan pertama, ternyata mukena memang sangat banyak peminatnya terutama menjelang Ramadhan dan lebaran. Selain itu, tidak seperti pakaian, mukena ini juga tidak perlu pusing dengan size yang harus bermacam-macam. Sedangkan pakaian, setiap size harus kita sediakan. dan akan ada kemungkinan beberapa size ini kurang peminatnya. Ini adalah contoh mukena yang sudah aku produksi sendiri, dan berlangsung sampai produksi ke 4:

                               

Senin, 24 April 2017

My Skincare Routine (Clinique, Laneign) + Review SK II dan Erha 21

Lama sekali tak pulang ke rumah ini. Aku terbuai dengan dunia lain selain tulis menulis. Dunia keluarga dan pernak-perniknya tentu. Sejak tulisan terakhir, setelah lebaran, asisten rumah tanggaku yang bekerja setengah hari berhenti bekerja. Maka jadilah aku mengerjakan semuanya sendiri sampai sekarang. Semua? Ya ... se mu aaaa. Mulai dari mencuci piring, pakaian, menjemur, menyetrika, menyapu, mengepel, membereskan kamar, lap ini, lap itu, dan sesekali memasak (karena terkadang juga beli diluar), hingga wajahku sering sekali terkena debu.

Ntahlah, menurut pengamatanku terhadap wajah ini yang sebelumnya tak banyak masalah terutama jerawat, jerawatku mulai tumbuh sejak aku berkutat dengan debu dan teman-temannya, ditambah juga belakangan aku rutin berenang. Jadi selain berjerawat, wajahku juga menghitam, nggak sehatlah karena terlalu sering terkena air kolam renang yang banyak kaporitnya. Memang sih, jerawat yang muncul itu cuma 1 atau dua silih berganti, tapi cukup mengganggu. Belum lagi wajah juga bruntusan akibat air kolam renang.

Sebelumnya untuk wajah, aku puas hanya dengan memakai Clarifying Toner Lotion 2 dari Clinique untuk membersihkan wajahku, dan lalu pakai Sunscream dari Dr. Ritut (Klinik kecantikan dan akupuntur Medan).

Pakai Toner Clinique ini sudah cukup lama, sejak kuliah sekitar tahun 2000, yang waktu itu aku juga rutin pakai 3 step nya. (Sabun, toner, krim). Namun sejak menikah, sabun dan krim aku pangkas untuk menghemat pengeluaran, dan aku ganti dengan merk lain (Biasalah, apalagi setelah punya anak, perlengkapan dan pempers anak lebih penting kaaan). Ketika anak-anak sudah bebas ASI semua, baru aku pakai Sunscream dari Dr. Ritut.

Banyak yang bilang, wajahku bersih, cerah, glowing, dan tanpa masalah. Cerahnya bukan putih merah-merah ala krim dokter biasanya, tapi cerah secukupnyalah. Kalau dibandingkan dengan leher...warnanya sama. Asal bukan dengan punggung telapak tangan ya, secara selama di Depok, aku selalu naik motor tanpa pelindung tangan. Jadi, punggung telapak tanganku lebih hitam.


Aku yang tengah.