Kamis, 16 Juni 2016

UMROH DENGAN AHZA YANG BARU SAKIT



 UMROH DENGAN AHZA YANG BARU SAKIT





Ada banyak hal yang terjadi sebelum keberangkatan. Jadwal yang mepet, rumah yang kemalingan, Vaksin yang telat, banyaknya jadwal Hamdi dan Ahza, dan Ahza yang sakit hingga harus masuk Rumah Sakit sampai waktu keberangkatan.
Ketika harus mengurus paspor dan Vaksin, aku bingung mengambil waktu, karena bertepatan dengan Try Out Hamdi. Belum lagi Ahza yang demam dan tak kunjung sembuh hingga tak bisa ikut vaksin. Ditunggu hari berikutnya...berikutnya...berikutnya...tetap belum sembuh. Padahal sudah 2 kali ke dokter, 2 kali habis obatnya, dan banyak minum vitamin.

Ketika lomba MarchingBand pun Ahza sedang demam, panasnya mencapai 38,9 'c. Wajahnya mulai pucat, lemas, tapi tak mau menyerah.
Sepulang dari Lomba di Cibubur, kami pulang dan membawa Ahza ke Rumah sakit. Di cek darahnya. Benar saja, leukosit Ahza rendah. Sedangkan trombosit masih normal walau sudah mendekati batas minimum apalagi jika dibandingkan dengan cek darah terakhir. Ada 3 jenis typus di tubuh Ahza (menurut dokter)
Ahza dirawat di Rumah sakit tepat 3 hari sebelum berangkat Umrah. Alhamdulillah, sejak masuk infus dan antibiotik, ahza sudah tidak demam lagi. Sepertinya Ahza memang butuh istirahat. Tubuhnya sangat butuh itu.
Hal yang paling berat adalah ketika akan memutuskan tetap berangkat atau tidak jadi berangkat umrah.
Akhirnya setelah melihat selama 2 hari di RS Ahza tidak lagi demam dan makannya selalu habis. Kami memutuskan berangkat.
Tapi ini justru berat, beratnya adalah, dokter belum menyarankan pulang. Jika ingin pulang, kami harus membuat surat pernyataan.
Bukan soal surat pernyataannya, tapi karena menurut dokter, Ahza harus istirahat total dan harusnya Ahza istirahat total, karena setidaknya Ahza butuh minimal 4-5 botol antibiotik selama di RS. Sedangkan jarak waktu sampai berangkat, paling-paling hanya bisa masuk 4 botol antibiotik. Itupun kalau Ahza checkoutnya mundur di hari berangkat (masih bisa masuk antibiotil ke 4 pada jam 5 pagi).
Akhirnya kami putuskan Ahza tetap di RS sampai hari H.
Syukurnya, ada Ayahku yang semula datang ke Depok untuk melepas kami umrah, tapi akhirnya peran Ayah lebih besar selama di RS. Beliau bisa mengantikanku sebentar sementara aku mengurus perlengkapan untuk berangkat.
Sehari sebelum berangkat, aku meminta banyak saran dari teman dan senior-seniorku. Tulus, mereka memberikan saran dan banyak doa untuk Ahza dan keluargaku. Mereka juga menganjurkanku untuk membeli kursi roda buat Ahza selama disana.
Mbak Ecy, datang sore harinya membawa pakaian yang bisa aku pakai shalat fardhu di Mesjid. Mungkin Mbak Ecy tau persiapanku belum banyak, karena masih mengurus Ahza yang sakit.
Mbak Indah Kusman menelponku, memberikan banyak wejangan untuk perjalananku. Dan aku ke rumahnya untuk mengambil ZamZam dan Kurma untuk Ahza sebelum berangkat.
Tidak hanya itu, tak lama sesampainya aku di RS, Suamu mbak Indah pun sampai dengan membawa sebuah buku tuntunan umroh untuk kami dan bantal leher untuk Ahza di pesawat.
Masih berlanjut, Suami Mbak Indah kembali pulang ke rumahnya mengambil botol semprotan wajah dan membeli masker untuk kami disana.
Subhanallah.
Mempunyai teman-teman seperti merekalah merupakan berkah yang besar buatku selama si Depok.
*****
PAKET UMROH YANG SINGKAT (4-8 mei 2016)
Ahza Checkout jam 8 pagi dan langsung ke Bandara. Beberapa menit sekali aku cek panasnya. Alhamdulillah, tidak naik lagi. Kami berangkat berbekal doa. Dari kami dan teman-teman.
Sesampainya di Madinah, Guide yang menemui rombongan kami mengatakan, "Ini adalah paket umroh tersingkat yang pernah dia bawa. Berhubung singkat, jadi jadwalnya padat, dan sedikit istirahat."
Alhamdulillah, selama disana Ahza tidak sakit. Ahza tetap bisa ikut thawaf, sa'i, shalat fardhu dan sunnah di mesjid Nabawi dan Masjid Haram. Bahkan shalat Jumat di mesjid pun Ahza ikut.
Mengambil Miqot di Bir Ali, lanjut ke Mekkah dan tiba disana pukul 10.30 malam. Kami langsung makan dan melanjutkan rukun umrah. Walau sudah malam, Ahza tetap ikut. Hamdi apalagi. Bahkan kami dan Ahza baru menyelesaikan seluruh rukun pada pukul 2 dini hari.
Memang, Ahza sempat tidur di beberapa putaran Sa'i. Tapi dia tetap ikut menunggu subuh di mesjid.
Mengambil kesempatan menunggu Subuh, Ahza aku ambilkan air zam zam berkali-kali. Walau itu air yang aku ambil adalah air zam zam yang dingin, Alhamdulillah flu Ahza yang masih ada sebelum berangkat, tidak muncul selama disana.
Semuanya semangat, termasuk Ahza. Katanya, "Ahza merasa lebih sehat selama di Mekkah."
Alhamdulillah, ini yang paling aku syukuri. Yaitu, Kami (terutama Ahza) tidak sakit selama disana dan sampai hari ini setelah kembali ke rumah.
Terima kasih untuk semua teman, kaka-kaka senior, dan Guru Hamdi dan Ahza, Kakak ipar, adik, dan kedua orang tua yang sudah mendoakan kelancaran ibadah kami

Tidak ada komentar:

Posting Komentar