Jumat, 11 September 2015

Akhirnya, Sekali Mendayuh 2-3 Pulau Terlampaui Jua.


Tadinya mau dibuat 5 rumah seperti ini disamping-sampingnya. Judulnya "Seumbawa Residence", untuk dijual. Tapi karena keterbatasan dana, pembangunannya pun tertunda-tunda.

Ingat-ingat umur sudah 34 tahun. Tapi mendaftar haji pun belum. Kalau mendaftar sekarang saja, kemungkinan 14 tahun lagi baru bisa berangkat. Akhirnya 4 kapling tanah disebelahnya kami jual saja. Walau niatnya cuma mau menjual untuk secukupnya dana haji saja, tapi ternyata si pembeli malah mau borong 4 kapling. Agak-agak sayang sih. Nyatanya memang ada aja keperluan... setidaknya selain untuk mendaftar haji, rumah ini juga bisa kelar.



Baru saja lebaran lalu aku mengunjungi rumah ini. Yang pembangunannya masih 80%. Belum di cat, belum di pasang keramik. Singkatnya belum nampak rapi dan indah. Juga sudah ditumbuhi rumput ilalang yang meninggi di depan dan halaman belakang.

Setidaknya 1 tahun-an rumah ini di pending pembangunannya. Sambil menunggu dana juga. Karena penampilannya yang tak manis, pun tak banyak yang serius berniat membelinya. Setelah tanah disebelahnya aku jual. Kami lanjutkan sisa pembangunannya yang belum selesai.
Sekarang sudah rapi...sudah bersih, malah justru batal niat menjualnya. Sayang soalnya :D. Kata ayah juga, disana terlalu strategis kalau dijual sekarang. Hehehehe...

Belum pun selesai semuanya, sudah langsung dipanjar orang untuk disewa. Dan tetiba, sudah mulai bertanya orang-orang tentang rumah ini.
"Dijual tidak?"
"Berapa harganya?"
"Saya tertarik, kenapa tidak dijual saja?"

Hmmm...

Memang benar sih, penampilan menentukan nilai jual dan nilai diri. Ntah itu manusia ataupun barang.
Ketika rumah ini masih belum dibungkus cat, keramik, dan terbiarkan berteman ilalang disekelilingnya...ragu orang-orang menawarnya.

Ketika sudah selesai...nampak manisnya, jadi rebutan ia.

Sebagai catatan hikmah buat aku sendiri. Nyatanya setelah aku meniatkan jual tanah untuk berangkat haji, lantas tanah itu cepat sekali terjual, pun rumah di Binjai ini bisa dilanjutkan pembangunannya, lalu langsung diminati orang, rumah di Banda Aceh pun langsung ada peminatnya setelah 2 bulan kosong dari penyewa, malah baru-baru ini ada pula yang menawarkan dengan harga sewa lebih tinggi agar ruko di Banda Aceh bisa jatuh sewa untuk dia. Tapi, janji dengan calon penyewa pertama sudah terucap. Dibatalkan berarti menikung. Dan itu dilarang dalam Islam. Iya bukan?













6 komentar:

  1. investasinya banyakkkkk
    keceehhh
    alhamdulillah ya mak... buat ongkos naik haji dimudahkan ^^ *eh jadi dijual ga itu

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Alhamduliallh, berdiri diatas tanah yang murah meriah dulunya dek.

      Hapus