Rabu, 30 April 2014

SI MANIS JEMBATAN LAMNYONG

Judulnya sedikit berbau spooky, ya. Kabarnya, jembatan Lamnyong memang mempunyai cerita spooky dibalik keindahan dan manis panorama yang terpancar dikala fajar dan senja. Tapi aku tidak berbicara tentang si manis yang spooky itu, tapi tentang bagaimana manisnya jembatan lamyong yang selalu menghadirkan banyak cerita untuk kami, penduduk Darussalam. Tidak percaya? Cobalah untuk menjadi penduduk kota kecil Darussalam, dan kalian akan mendapati apa yang aku rasakan.

Tinggal di sebuah kota kecil yang cukup berjarak dengan pusat kota Banda Aceh, membuatku terbiasa mencari spot-spot menarik di daerah tempat tinggalku. Tanpa perlu menghabiskan bensin untuk perjalanan, ternyata Darussalam menyimpan banyak sekali tempat wisata menarik untuk keluarga. Salah satunya kawasan jembatan Lamnyong. 


Jangan salah, jembatan ini bukan sembarang jembatan. Tanpa jembatan Lamnyong, maka kota kecil Darussalam akan terpisah dari Banda Aceh. Yah, terpaksalah naik rakit untuk menyeberang. 

Pada dasarnya Banda Aceh memang dirangkai oleh banyak sekali jembatan. Tanpa mereka, maka Banda Aceh hanya akan terdiri dari pulau-pulau yang sangat kecil. Jadi, jangan heran, kalau teman-teman yang ingin datang ke kota ini, akan menjumpai banyak sekali jembatan. Beda tempat, beda pula cerita jembatannya.

Mengapa jembatan Lamnyong terasa begitu penting untuk keluargaku? Karena disinilah aku telah banyak merangkai memori bersama anak-anak dan suami. Di kawasan jembatan ini, aku mengajarkan si sulung untuk menghafal surah pendek sebelum ia berangkat ke TK nya dulu. Disini pula kami sering menghabiskan sore dan pagi untuk bersantai.




Selain warga Darussalam, tak banyak yang tahu tentang keunikan kawasan jembatan Lamnyong ini. Aku mengenalnya seperti mengenal diriku sendiri. Mengenal kecantikannya yang sempurna datang di awal pagi dan menjelang magrib.

Langitnya yang biru selalu menerima cerita siapa saja yang ingin berkunjung kesana. Ada yang hanya sekedar duduk bersantai, mencoba berenang, atau memandang riuk air dibawah birunya langit yang masih cerah. Bukan hanya sebagai tempat untuk bersantai, tapi kawasan jembatan Lamnyong juga dijadikan arena berbagai kegiatan warga setempat. Misal, bermain bola dan adu layang-layang.



Selain bermain layang-layang, kawasan ini juga sering dijadikan tempat untuk latihan panahan. Hamdi, sulungku, juga sempat merasakan latihan memanah di jembatan Lamnyong. Bukan sembarang panahan, anggotanya adalah pemanah yang sering ikut pertandingan panah lokal maupun nasional. Dulu, di kawasan ini, ada dua klub memanah. Salah satunya adalah klub memanah dari Unsyiah, satu lagi adalah klub memanah yang dibawahi Dinas Olah Raga, yang dilatih oleh Wak Choi. Hamdi ikut dalam bimbingan Wak Choi beberapa saat, sebelum akhirnya dia memilih untuk fokus ikut sekolah bola Real Madrid saja. Namun klub panahan yang dilatih oleh Wak Choi sudah berpindah tempat ke stadion Harapan Bangsa, jadi sekarang hanya ada satu klub panahan di jembatan Lamnyong.

Beginilah aksi Hamdi ketika mengikuti latihan panah di jembatan Lamnyong


Dan ini adalah salah satu aksi klub panahan yang sempat aku ambil fotonya di siang bolong


Para pecinta bola juga tidak mau ketinggalan memanfaatkan momen bermain bola di seputar jembatan Lamnyong. Jika sore telah datang, beberapa pemuda sudah siap untuk bermain bola. Kawasan Jembatan Lamnyong memang mempunyai lahan yang luas. Selain sebagai arena bermain bola, lahan tersebut juga digunakan sebagai area latihan menyetir mobil.

Tak ketinggalan, beberapa event olah raga juga sering diadakan disini, seperti Motocross, lomba dayung sampan, dan lomba renang yang diadakan oleh tentara.

Inilah lahan yang digunakan untuk Motocross

 Dokumen Pribadi
Dan, beginilah suasana yang diambil oleh photografer ketika sedang berlangsung Motocross di Jembatan Lamnyong



Beberapa waktu lalu, baru saja diadakan perlombaan dayung sampan tingkat Provinsi disini. Perlombaan ini sempat menyita perhatian penduduk sekitar termasuk kami. Sayangnya, aku tak sempat mengabadikan momen tersebut ke dalam dokumen pribadi. Namun aku mendapati beberapa dokumentasi yang diambil dari website, seperti dibawah



Suasana malam jembatan lamnyong juga tak kalah syahdu. 

Hal lain yang cukup unik disini adalah keberadaan batu besar ini. Batu ini terpajang di sebelah kiri jalur masuk jembatan Lamnyong. Disekitarnya juga sedang dibentuk taman kota. Batu ini tidak mempunyai label nama, tapi cukup dijaga dan dirawat oleh Pemkot.

Dokumen pribadi

Nah, tak perlu mahal untuk refreshing keluarga atau membawa tamu. Bahkan area di sekeliling kita justru adalah spot yang menarik untuk bersantai dan berwisata bersama keluarga. 

18 komentar:

  1. Hmm setuju tidaklah harus pergi jauh dan ke tempat yang mahal, asalkan refreshing keluarga tetap ceria. Sukses untuk konstes ngeblognya:)

    BalasHapus
  2. Setuju kak, kita harus populerkan jembatan lamnyong dan penghuni di atasnya ^^

    BalasHapus
  3. Hamdi jd sorotan emaknya hehe

    kak, isni ga prnah turun ke bawah jmbatan lamnyong, ikutin tlisan kk bikin kami pngen jg. Apalgi y balapan motor itu, tp kmi cewek jd ga brani. Hagahag...

    BalasHapus
  4. Eh, padahal tadi aslan ada komentar lah. kayaknya hilang kak -___-
    Kalau dari aslan, bagusnya sekitaran jembatan lamnyong itu di desain lebih artistik. Seperti taman-taman tepi kali yang ada di luar negeri. kan syukur-syukur bisa menjadi landmark kota Banda Aceh :D

    BalasHapus
  5. Tempat saya helli-rafting pertama kali! Turun dari atas jembatan ke bawah pake tali! :D

    BalasHapus
  6. keren (y) ...
    semoga jembatan lamnyong makin manis saja seperti dulu kala

    BalasHapus
  7. kak frida, foto hamdi yang lagi memananh saya curi yaaa, mau di print. pengen narok di kosan, biar poster-poster aktor pilem the hunger game jadi lengkap menempel di kamar kosan :D #Udah nonton The Hungergame Blom?

    BalasHapus
  8. Mantap, selaku mantan penghuni Darussalam, jadi nostalgia. Hahaha.
    Hamdi menghafalnya serius betul, calon imam mesjid nih.

    BalasHapus
  9. Tulisan yang menarik. Info tentang Wisata Aceh disini juga ada : http://acehplanet.com/

    BalasHapus
  10. Jembatan lamnyong, jembatan penghubung aku dan kampus #gagalfokus

    BalasHapus
  11. Memg trkadang kita melupkan keindahan daerh sndri, pdahal utk refreshing memg ga pelu jauh dn mahal...

    BalasHapus
  12. suka pemandangan & judulnya kak.. :) keren.. serasa kyak liat jembatan dfilm Doraemon, suka liat Hamdi belajar memanah, trharu bangga trnyata di Aceh ada jg tmpat seindah ini kyak teman2 nobita pas lg maen dtanah lapang,
    pasti lbih indah lg klo byk wisatawan brkunjung ksini & mudah2n scepatnya dbuat keren sma by org :) Aamiin....

    BalasHapus
  13. Undangan Menjadi Peserta Lomba Review Website berhadiah 30 Juta.

    Selamat Siang, setelah kami memperhatikan kualitas tulisan di Blog ini.
    Kami akan senang sekali, jika Blog ini berkenan mengikuti Lomba review
    Websitedari babastudio.

    Untuk Lebih jelas dan detail mohon kunjungi http://www.babastudio.com/review2014


    Salam
    Baba Studio

    BalasHapus
  14. batu nya bukan tidak mempunyai label nama. sayang label namanya sudah rusak. entah karena Tsunami entah juga karna "tangan jahil"

    BalasHapus