Selasa, 11 Februari 2014

Mutasi Part 1 (Tentang Perasaan)

Suami mutasi, ada perasaan bangga karena beliau dipromosikan, tapi perasaan sedih juga tak hilang. Ntahlah... yang aku sedihkan ini bercampur. Mulai dari kenangan selama 8 tahun di Banda, dari memulai usaha 8 tahun lalu... Sampai menutupnya dua bulan lalu. Kemudian membangun kenangan bersama keluarga di berbagai tempat yang sering kami kunjungi. Kenangan bersama mantan-mantan pegawaiku. Persahabatan bersama FLPers, yang kukenal sejak 2010. Lanjut, harus memisahkan anak-anakku dari teman-teman sekolahnya. Dan... Rumah ini, rumah toko ini. Rumah toko yang sudah kubeli dari hasil kerja keras kami. Rumah toko yang akhirnya kutempati sejak setahun lalu, rumah toko yang didalamnya sudah kurenovasi sedikit demi sedikit agar anak-anak merasa ini adalah rumah, bukan toko. Rumah toko yang sudah sangat nyaman kami tinggali ini.... Harus kujual.


Datang ke Banda Aceh pertama kali tahun 2005, mengikuti suami yang ditugaskan ke sini. Sebelumnya kami tinggal di Lhokseumawe, saya sih baru 6 bulan disana, sedangkan suami sudah 5 tahun (dari sejak sebelum menikah).
Setelah LDR selama kurang lebih 1,5 tahun dikarenakan kuliah (Yogya) hamil (Yogya), dan melahirkan (Medan), kami harus puas dengan LDR sampai aku melahirkan sulungku dan siap dibawa ke Lhokseumawe
Waktu yang ditunggu tiba, diumur Hamdi 4 bulan, aku membawanya terbang ke Lhokseumawe. Kotanya orang kaya, kalo kataku. Sebab banyak sekali orang Lhoksemawe yang membeli rumah di Medan.
6 bulan di Lhokseumawe, Tsunami menampakkan diri. Banda aceh menjadi salah satu kota terparah akibat Tsunami. Banyak pegawai perusahaan tempat suami bekerja yang trauma dan kehilangan anggota keluarga. Perusahaan memberikan kebijakan bagi yang trauma untuk memilih mutasi sesuai daerah yang diinginkan, dan menarik pegawai dari daerah lain yang siap untuk bekerja di Banda Aceh, termasuk suami. Tentu saja perusahaan juga memberikan imbalan yang setimpal, yaitu gaji yang melebihi daerah lain, uang rumah yang melebihi daerah lain, dan penambahan berbagai tunjangan yang cukup membuat kami nyaman untuk tinggal di daerah yang baru saja tertimpa tsunami. Belum lagi, gempa susulan masih sering terjadi... Bahkan sampai sekarang, gempa kecil itu suka sekali memberi kabar.
Tak munafik memang, alasan kami bersedia ditempatkan di Banda Aceh ya karena gaji dan tunjangan yang sesuai. Kalau kukatakan karena aku mencintai Banda Aceh, itu berarti aku bohong. Bagaimana bisa aku mencintai sesuatu yang belum aku kenal.
Datang pertama kali, Banda Aceh masih sangat gersang. Debu dimana-mana. Pohon yang gundul. Angin kencang. Matahari yang menyengat. Jalan yang masih retak. Puing-puing rumah yang masih berserakan.
Kami menyewa sebuah rumah di Lam Dingin. Sepupuku yang saat itu belum menikah juga menyewa bersama kami. Dia ini juga bekerja di perusahaan yang sama dengan suamiku.
Hanya menyewa tak sampai 6 bulan, kami memutuskan membangun usaha di Darussalam, otomatis kami juga pindah.

Usaha yang kubangun tak jauh-jauh dari keahlian suami, yaitu IT. Survey tempat, survey pesaing, survey pasar, target pasar, harga sewa toko, dan lain seterusnya.
Aku jatuh hati pada sebuah daerah di Darussalam, yaitu Lorong PBB, belakang BRI Darussalam. Ada 10 toko baru yang masih kosong. Daerahnya sepi, jalan belum diaspal, kalau hujan becek, dan masih banyak rawa-rawa, tapi harga sewanya murah. Tapi aku yakin, aku akan membuat daerah ini ramai dengan usahaku. Usahaku di bidang internet ini kuberi judul: "WAROENG MULTIMEDIA"
***Bersambung..."

17 komentar:

  1. warunya rame ya mak ^^
    salam kenal

    BalasHapus
  2. aku suka nama warnetnya mak, sederhana tapi intelek ^^
    salam kenal yaa mak Afrida..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mak. Disini lebih dikenal dengan WM oleh pelanggan ;)

      Hapus
  3. Semangat Mak, kalo di instansi saya ampe ada ungkapan, "Semua akan (p)indah pada waktunya". Saking bertemannya kami dengan mutasi. Salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahaha.... Keren juga ungkapannya, dan senang ada teman :))

      Hapus
  4. bersambung -_-
    ditunggu sesion 2

    BalasHapus
  5. Wah bg catur pindah tugas ke jakarta ya kak?
    salam ya kak dari rully...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rully: iya... Insya Allah disampaikan ;)

      Hapus
  6. wah, waroeng multimedia, tempat saya daftar jadi anggota FLP!

    menunggu lanjutan..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nazri: sukaaa aja krn masih ada yg ingat WM ;)

      Hapus
  7. kangen WM karena dulu di WMlah liza sering online. waktu tahun 2006 seringnya buka friendster dan chatting YM di wm.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liza: sayyahh juga kangen.. Biasanya bbrp tahun ini ada bbrp alumni lab school dll yg udah kuliah di jawa .. Pas balik mereka janjian lagi main ke wm. Katanya wm itu kenangannya mereka. Senang yaa dengarnya. Sama senangnya kyk baca komen liza :;

      Hapus
  8. Waktu belum punya internet, kk sering online di WM, juga ngeprint tulisan-tulisan teman atau artikel. Berkesanlah...

    BalasHapus