Kamis, 29 November 2012

DAPURKU DAN MODENA


            Tujuh tahun lamanya tinggal disebuah rumah toko yang disewa untuk kutinggali dan kujadikan tempat usaha di Banda Aceh ini. Layaknya rumah sewa, tak banyak yang bisa kuperbuat dengan ruko ini. Aku, suami dan dua anakku tinggal di lantai dua. Ukuran toko yang 4x16 meter tak membuat banyak ruang. Apalagi, anak-anak sudah harus punya kamar sendiri. Ruang yang tersisapun tak cukup untuk menyusun barang. Hingga, aktifitas berkumpul keluarga lebih banyak kami habiskan di kamar utama termasuk anak belajar, mengaji, bersenda, dan terkadang makan.
            Layaknya rumah toko yang disewa, dapurkupun sama tak indahnya. Hanya ada sebuah meja yang kami buat dari kayu sisa sekat kamar dan sebuah upeti besar yang terbuat dari kayu untuk kujadikan tempat menaruh kompor. Ditambah lagi, lantai dua tak diberi keramik oleh yang punya toko, jadi hanya beralaskan semen biasa. Dapur yang seperti ini membuat kegiatan memasakku taklah begitu menyenangkan. Padahal, sebenarnya aku ingin sekali bereksplorasi masakan dan kue, tapi dapurku bikin tak berselera memasak. Akhirnya, aku jadi lebih sering beli lauk diluar dan kamipun lebih sering sakit.

Rabu, 21 November 2012

NIKMAT YANG DIBERIKAN SETELAH COBAAN ITU RASANYA SANGAT KAYA

Nikmat yang diberikan setelah cobaan itu rasanya sangat kaya. 
Jadi begini, seminggu lamanya Ahza terbaring sakit, disela ia sakit akupun tumbang terkena cobaan yang sama. Disaat bersamaan dengan dianjurkannya Ahza di infus, disaat itu pula pahlawan keluargaku menggiat menunaikan tanggung jawab kerja yg tak bisa ditinggal hingga malam tiba. Aku tak menyesalkannya, karena aku masih mampu, dan aku bangga dengan beliau. Tapi, melihat kondisiku pihak dokter di RS pun menyarankan aku di infus. Bukan ku tak sudi, tapi infus menyempitkan ruang gerakku. Bagaimana kalau ahza mau ke kamar mandi nanti? Atau makan? Atau lain-lain. Jadi, kukatakan saja pada dokter dan perawat: "Kami ini perantauan, tak ingin juga menyusahkan org tua yang di Medan dengan meminta mereka datang kesini. Jadikan saja aku sekamar dengan anakku, tak usah di infus... Tapi berikan obat pereda demam dan pereda sakit kepalaku. Nanti malam suamiku pulang, waktu itu saja aku di infus".