Sabtu, 27 November 2010

Serunya Halal bihalal FLP Aceh Jilid 4 (Kecelakaan kecil dikepala Hamdi)

Ceritanya, kunjungan kami berlabuh di rumah Isni, salah satu pengurus FLP. Rumah yang mempunyai lingkungan yang sejuk dan masih berbau hijau, alias asri. Kesananya aja harus melalui pemandangan yang luar biasa. Jalan setapak namun bersih, sawah, pohon-pohon rindang, juga aneka bunga di pinggir jalan. *baru sadar klo ada daerah kayak gini di darussalam

Dirumah Isni dan Rumah-rumah sebelumnya, Hamdi dan Ahza *terutama Hamdi, memunculkan ke'unik'an nya yang kata sebagian orang di kategorikan 'lasak'. Namun, lagi-lagi Hamdi mampu menarik perhatian teman-teman barunya di FLP (ah Hamdi, temanmu memang selalu kakak-kakak dan Om Om, btw kenapa klo perempuan dipanggilnya kakak tapi laki-laki dipanggilnya om? *aneh). Bahkan dua wanita manis (ingat Nuril dan Riza), mengaku jatuh hati pada Hamdi dengan berulang-ulang mengatakan I LOVE YOU, Hamdi.
*(di jawab dengan malu-malu oleh Hamdi : "Iiiiiiiihhhhhhhhhh")
Diam-diam si mama langsung menghitung berapa mayam yang akan disodorkan dua wanita paruh baya itu kelak *mama matre

Ahza, bukannya gak menarik. Namun Ahza lebih ke-perempuan-an alias cewek banget. Kalau rajin ngobrol sama Ahza, celotehannya sering bikin kita terkagum-kagum *hmm. Tapi Ahza sendiri sebenarnya berusaha mencari perhatian untuk mendapat perhatian seperti abangnya. Maka iapun mendapatkan seorang teman untuk bermain injit-injit semut untuk pertama kalinya (Lagi-lagi Baiquni).

Hujanpun tak reda-reda, Sedangkan Hamdi dan Ahza menghabiskan waktu bermain berdua. Sampai pada saat Ahza 'ngelendot' dibadannya Hamdi, dan Hamdi menjatuhkan badannya kebelakang yang nggak disadarinya, ada sebuah gelas kaca disana, lalu...
"Prangg"
Gelas itu pecah, Dan aku langsung menghampiri Hamdi yang menggosok-gosok kepalanya. Awalnya aku tidak melihat tanda-tanda luka sampai aku mengangkat tangan dari kepalanya.. yang ternyata sudah ada darah dan pecahan kaca dibaliknya *OMG. Berusaha tidak panik, walau sebenarnya miris melihat anak yang terluka dikepala dan terbayang kejadian 'kepala bocor' 5 tahun lalu yang harus membuat Hamdi menahan sakit beberapa jahitan. Aku langsung membawanya ke tempat terang, membuang serpihan kacanya, dan menyirankan air kekepalanya sampai bersih, dan memeriksanya lagi. Untungnya teman-teman FLP membantu membersihkan luka dan mengobati (mungkin Nuril sedang mengambil hati calon Ibu mertua *ehem). Alhamdulillah, luka itu tidak besar. Sebuah sobekan kecil namun karena letaknya di kepala, maka darah yang mengalir lebih banyak.

Sepulang dari rumah Isni, Hamdi mendapatkan sebuah oleh-oleh "perban" dikepala, dan meninggalkan jejak gelas pecah. *maaf ya Isni. Sedang Hamdi, masih ceria tanpa tangisan *hebaatt. Ahza yang melihat abangnya terluka berusaha memberi sayang dengan wajah iba. Ya Ahza memang selalu menjadi wanita lembut kalau salah satu keluarganya sakit :) *sungguh ke-wanita-an sekali.

Walau kepala bagian belakang berbalut perban, tapi hamdi tak menghentikan petualangannya untuk berkendara dengan motor ditengah gerimis *Duh. Sedangkan Ahza menyerah, dengan cara ikut masuk ke mobil untuk melanjutkan halal bihalal berikutnya.


Serunya Halal BiHalal FLP Aceh (Rumah Kak Cahaya)

Maka, kami segera melanjutkan perjalanan. Tapi kali ini tidak langsung menuju RumCay, Wahay? eh Why?. Aku teringat belum memberikan sebuah hutang janji untuk acara 1 blogger 1 book nya Aceh Blogger Community. Maka, kami menyambangi sebuah toko buku yang ikut mensponsori 'Launching" Bukuku nanti, Tb. Pustaka Paramitha. Sebagai catatan, Tb. Pustaka Paramitha dan Tb. Alif cukup layak dijadikan tempat berbelanja buku. Selain karena mereka salah dua sponsor acaraku nanti, tapi memang di toko buku tersebut banyak sekali buku-buku bagus yang jarang di jual di toko buku lain, terutama Tb. paramitha.

Acara memilih buku selesai dengan ending hamdi tak mau pulang, sedang sibuk membaca buku yang dikiranya buku perpustakaan itu. Sebelum sebuah mata memandang tak enak, maka dengan enak hati aku memanggilnya berulang-ulang *sampe dower. Hamdi mememelas, merengut, namun kembali berbahagia aman sentosa setelah aku mengatakan, bahwa RumCay adalah perpustakaan mini.

Di perjalanan, hamdi berulang kali bertanya
"Ma, dirumahnya kak cahaya nanti bukunya banyak?"
"Bukan Rumah kak cahaya, tapi rumah cahaya"
"kok bilangnya rumah cahaya, kan ada nama orang, cahaya"
"iya tapi ini bukan nama orang, tapi nama rumah"
"kok rumahnya dikasih nama?"
"kenapa ya?.... hmm... karna disitu banyak orang ngumpul, jadi dikasih nama. samalah kayak warnet kita. Hamdi blom pernah ya mama ajak kesana. Eh adek udah loh".
"Kok Ahza udaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh?"
"Karena perginya hari minggu, kalo hari minggu kan Hamdi lebih milih main game. Kasian kan Hamdi diganggu".
"Harusnya mama tanya duluuuuu hu .. hu ... hu.. " *nangis dehh

Sampailah rombongan ibu dan anak ini kerumah kak cahaya *eh. Ternyata sudah ramai yang berkumpul. Memasuki pintu masuk, Hamdi dan AHza yang ntah bagaimana langsung mendatangi om Baiquni untuk bermain ludo *berasa udah kenal dekat aja si hamdi ini. Tapi ya Hamdi memang seperti itu. Selang beberapa menit, berangkatlah kami dengan berkonvoi ramai-ramai untuk mengunjungi para teman-teman baruku di FLP Aceh.

bersambung jilid 3
(Kecelakan kecil di kepala Hamdi)




Jumat, 19 November 2010

Serunya halal Bi Halal FLP aceh (bagian 2, "rapper dan NO ON" TIME)

Acara mandi Ahza masih belum kelar, tangisannya karena ditinggal olehku akhirnya bersambung keluar kamar mandi. dengan tetap melafazdkan

"Ahza gak mau basahh lambuttt" berulang kali.

"Ya udah yok ayah mandiin lagi ya... yang ini rambutnya ayah keringin dulu pake' handuk". Dengan inisiatif kencang, si Ayah menawarkan diri

"huuuu u u... iyaaa" jawab Ahza dibuat iba

Aku keluar dari kamar masih dengan cemberut ke Ahza (pura-puranya ikut ngambek), tapi ngambekku ala emak-emak cerewet

"Ahza gitu terus.. pas lagi pengen cepet slalu bikin-bikin alasan. Klo kayak gitu terus, Ahza gak usah ajalah ikut mama" kataku

Ehhh.. ahzanya nangis lagiiii.....

"yeeee... Ahzanya udah diem malah emaknya yang ribut. Jadi nangis lagi kan". Kepala keluarga malah jadi kesel dengerin aku nge-rap ngelebihin rapper .

Akhirnya ritual mandi Ahza selesai juga. Kalo untuk urusan memakai baju, aku gak perlu khawatir. Putri manisku itu lebih suka pake' baju sendiri. "udah gede" katanya. Lalu kami turun, dan masuk ke mobil sambil melambai manis pada ayah yang ditinggal.

Sesampainya Di RumCay alias Rumah cahaya, ternyata yang tepat waktu baru 2 orang. Mereka itu Roby dan 1 other. Beberapa menit nongkrong sambil bengong disana (sedang ahza lebih cerdas milih kegiatan, yaitu liat-liat buku anak), akhirnya aku pamit dulu mo ngejemput si Hamdi. Soalnya kupikir saat itu pasti Hamdi juga udah selesai ngeliat para Lembu dan Kambing di jemput ajalnya. Daannn... bener aja, sesampainya di MiN Model Banda Aceh, aku ngedapetin Hamdi lagi main Ludo bersama teman lain dengan keadaan sekolah yang udah sepi. Dibagian lain, kulihat daging-danging sedang terpajang manis di karpet plastik dengan 'bau daging' yang khas (bikin aku eneg).

Serunya Halal bihalal bareng FLP Aceh (bagian 1)

Gak nyangka klo hari ini bakal ikut seru-seruan bareng anak-anak mudanya Flp Aceh. kira-kira dua hari lalu, dapet sms dari Riza rahmi yang ngakunya pelayan umum *weleh, bilang kalo tanggal 20 mau kovoi halal bihalal ke rumah-rumah sejawat. Kayaknya seru kan.. sekalian jalin silaturahmi sebagai orang baru.
Nah, tanggal 20 tepatnya tadi pagi, aku ngecekin lagi sms si pelayan umum. Tak terlihat kemarin, klo ngumpulnya itu pagi jam 09:00. Huaaaa... sussehhh donkk...-_- . Masalahnya terlalu banyak alasan. Pertama, Jam segitu statusku sebagai 'pure' Ibu Rumah tangga masih berlaku. Dengan kata lain, kerjaanku berberes-beres pagi kayaknya masih berlangsung dan tak bisa diganggu gugat. Kedua, jam segitu adalah jadwal suamiku ngajar di Univ. Ubudiyah, dan biasanya dia bawa mobil ke kampus, apalagi motor sedang masuk bengkel.
Tapi ternyata, sepulangnya si 'abang sayang' dari nganter Hamdi sekolah, si abang malah tidur-tiduran di tempat tidur. Langsung deh aku tanya:
"Loh, Abang gak ngajar?"
"Nggak, kayaknya sih masih libur. Unsyiah libur seminggu kan?? ya berarti Ubudiyyah gitu juga ya?" Jawabnya... lahhh kok malah dia yang nanya -_-
"yaahhh... tau gitu tadi pida siap-siap aja ikut halal bi halal bareng anak-anak FLP". Kataku.
"Loh.. ya ikut aja, gih. Kan masih bisa klo mau siapan sekarang". Katanya
Aku mikir.. trus mikir lagi...
"Okelah.. ntar sekalian pida aja yang jemput Hamdi di sekolah"
Aku langsung ngajakin Ahza mandi bareng.. maksudnya biar cepet aja. ehh Ahza nya malah minta macem-macem. Minta makan dulu lah, minum dulu lah. Terpaksalah diriku ini mandi sendiri dulu. Sehabisnya mandi, kebiasaan sehari-hari Ahza kumat.
"Ahza mo mandi sama mamaaaaa... mama mandi lagiiii... mama mandi lagiiii... Ahza gak mau mandi sendiliiii" teriaknya.
*hadeeehhh.. dimana orang mau cepet.. malah di ajak lelet
"Ya udah ayoklah mandi lagi". Terpaksalah daku harus mandi kedua kali. Waktu mandi, kubasahi rambutnya. lalu ke semprotkan shampo ke tangannya. Otomatiskan dia yang nyampoin rabutnya sendiri... ehhh tiba-tiba ahza nangis sambil bilang..
"Ahza gak mau basah rambutttt.. ahza gak mau basah rambuttt.. ahza gak mau basah rambuuuttt".. katanya berulang kayak baru ngapalin pelajaran sejarah..
Anak-anak emang adaaa aja caranya buat narik perhatian. Padahal kan dia sendiri yang nyampoin rambutnya, lah kok bisa tiba-tiba di tengah jalan malah sadar klo dia sebenarnya gak pengen basah rambut *wadoh
"Ya jadi gimana dooonggg???? Kan rambutnya udah basah, trus Ahza sendiri kan yang nerima shampo dari mama". Katanku kesal
"Ahza gak mau basah rambut pokoknya"
"Ya udah deh, Ahza ulang mandi aja sama Ayah". Aku keluar dari kamar mandi, ngebiarin si kecil yang nangis dikamar mandi. Habis bingung mau gimana. Rambutnya kan udah terlanjur basah. Urusan selanjutnya kuserahkan kepada kepala keluarga yang memang lagi nganggur.

(bersambung)

Mengapa Puisi?


Mengapa aku suka dengan puisi?


1. Puisi penuh diksi indah
Aku semakin kaya kata, kaya wacana. Kata-katanya lebih meneduhkan daripada kalimat biasa. Terkadang suatu masalah dapat lebih indah difikirkan dengan merangkainya dalam puisi

2. Kaya wawasan
Setiap kali ingin menempah sebuah puisi, aku mengumpulkan banyak sekali sumber kata. Latar belakang, makna, dan filosofinya. Sehingga, otomatis aku semakin sering membaca. Bayangkan untuk sebuah puisi, aku harus membaca minimal 10 artikel tentang apapun (bunga, kimia, batu, udara, tata surya, dll). Banyak ilmu bukan?

3. Hemat kata dan perasaan dikala marah
Dengan menumpahkan amarah ke dalam puisi, kita tidak perlu mengumbar amarah langsung yang justru berdampak buruk (bisa jadi terapi marah buat saya). Setiap kata mampu memuaskan kita, saya sendiri merasakannya. Bahwa dengan puisi, marah saya tak perlu berkelanjutan. Bahkan tak semua orang harus tau masalah itu secara detil. Baik bukan? hanya dengan beberapa bait dapat dijadikan terapi marah hingga menghemat perasaan

4. Satu kalimat menggambarkan ribuan kata
GAk percaya?? coba deh baca puisi-puisi saya di "Puisi dianta HAri".

5. Kata-kata penyambung Rasa
Semua orang tentu lebih suka kalau dinasehati dengan baik. MAlah mungkin ada yang bahkan tidak suka dinasehati oleh orang sealim apapun. Hatinya yang keras justru akan lebig keras melihat orang yang mendikte dirinya dengan kata 'ini' 'itu' salah dan benar. Namun, tanpa dipungkiri, terkadang puisi dapat menyampaikannya dengan lebih baik, lebih bermakna, dan lebih menyentuh.

Contoh:


Bismillah
Kulapar, ENGKAU mengenyangkanku
sebelumnya terhidang selaksa Dzikir
dibalik gurat letih,
menghimpun ikatan kovalen antara aku dan ENGKAU
Atas namaMU
aku merunduk mengelupas kelemahanku
malu karena cinta terpenggal hanya sebait ayat
dan masih terseok diantara serat yang mengikat fikiranku
Padahal Engkau limpahkan gutasi disetiap jiwa yang ampun
Atau ini:
Tuhanku... Ada yang salah denganku.. aku tau itu.. Setiap langkahku ada Engkau di fikirku Tapi mengapa Tuhanku.... Ketika malam aku begitu hidup Percaya diri akan cintaku padaMU Tapii... Aku seperti Ratkirani yang kuncup dikala matahari menyapaku Begitu lemah.. dan malu dihadapanMu.... Bukan ini yang kumau wahai Penunjuk Jalan Berikan aku lebih banyak Gandharaj membaur dalam tubuhku Agar aku mampu mengharumkan setiap sudut hatiku Dan tak takut akan matahari yang menantangku

6. Rindu Lebih Berarti dengan menorehkannya kedalam bentuk Puisi
Suatu kali aku membaca ulang blog puisiku, beberapa puisi rindu berada disana, aku ingat semua bentuk kerinduan itu. Seperti menerawang kembali ketika rasa itu datang. Jadi membuat kerinduanku lebih berarti baik.

7. Pujangga dan Negri
Beberapa pujangga menorehkan penolakan, kritikan, dan kesedihan pada pemerintahnya ke dalam puisi. Mereka juga disebut pejuang dan perubah di angkatannya karena memberikan banyak motivasi untuk pemudanya.

ada lagi? Nanti saya fikirkan lagi ya :)





Kamis, 18 November 2010

[Buku Baru] Puisi diantara Hari


[Buku Baru] Puisi diantara Hari




Sudah tau belum, menerbitkan buku tidak seribet dan sesusah yg kita bayangkan. Smua bisa dinikmati dan di pelajari. Mari kita kupas bongkar rahasianya di Talkshow "Mudahnya menerbitkan buku", sekaligus launching Buku perdana saya "Puisi diantara Hari" pd 5 Desember 2010.

Tempatnya dimana?
- Aula Flexi Telkom Aceh, Jl. SA. Machmudsyah no 10A

Tiketnya mahal nggak?
- Wah, ya nggak dong.. Harga tiket hanya Rp 40.000 saja

Tapi 40 ribu kan duit juga, fasiliitasnya apaan tuh dengan duit segitu:
*hohohoho

- fasilitasnya:
- 1 Buah Buku "Puisi Diantara Hari"
- Snack
- Talkshow kit
- Door price:
Yang di sponsori oleh www.indie-publishing.com
- Voucher Diskon Belanja Buku di Toko Buku Alif
*GAK RUGI KAN

Pembicara siapa AJa???
- Ada saya tentunya, Afrida Arfah, seorang Ibu Rumah tangga yang suka menulis terutama puisi, seorang blogger, Juga seorang Enterpreneur sekaligus pengelola beberapa warnet, yang akan berbagi rahasia menerbitkan buku secara 'self publishing' tanpa harus keluar modal gede. Atau bahkan tanpa modal juga bisa, Nah gimana tuh caranya?. Dan bagaimana caranya saya diantara tanggung jawab saya yang lain masih tetap konsisten menulis sampai menerbitkan buku? Yukk.. mari kita tingkatkan motimasi menulis kita dengan wacana "Bahwa menerbitkan Buku tidak lagi hanya sebatas MIMPI " dalam talk show sekaligus launching buku perdana saya "Puisi diantara Hari"

- Lalu ada juga Riza rahmi (Ketua FLP ACeh, Pemenang lomba Cerpen piala MENPORA, penulis buku anotologi Kerdam Cinta Palestina, Rumah Matahari terbit)

Moderatornya?
-Ibnu Syahri Ramadhan (Sekretaris FLP Aceh)

EEiitttss.. ada lagi ... Ada Sorang anak kecil berumur 6 tahun yang akan Live performance membacakan puisi.
Namanya MUhammad Hamdi kurnia Rahman

Dimana aja bisa di beli tiketnya?
-Tiket bisa di dapat di :
1. Waroeng multimedia Net
(Lorong PBB, belakang BRI darussalam
2. Avolution Net
3. Basecamp Net (Jalan Inong Balee)
4. Neo Waroeng MultiMedia
(lorong Makmur, belakang BSM darussalam,
disamping LDC IAIN)
Cp: Vira :085260238161
Khadijah :085277479772
ATAU bisa juga di inbox ke sini, dengan judul tiket untuk pemesanan.


Acara ini terselenggara atas kerjasama Penulis buku dan panitia dengan:

1. SPEEDY telkom Aceh
2. www.indie-publishing.com
3. FLP Aceh
4.Toko Buku Alif. Jalam muhammad JAm no 100

JAngan Lupa Acaranya diadakan tanggal 5 Desember 2010,
PUKUL 09:00 - 12:00