Minggu, 24 Mei 2009

Bertahan Ya bu...

Kemaren aku baru ditelpon oleh kakak iparku yang baru melahirkan anak kedua. Alhamdulillah anaknya sudah sepasang. Sebelumnya ia tidak menyusui anak pertama karena air susu tidak keluar. Untuk yang kedua ini kak 'pit' (panggilanku buatnya) lebih semangat buat menyusui. Di telpon Kak pit menceritakan proses menyusuinya yang baru berlangsung 2 minggu. Mulai dari ia merasa air susunya seperti kurang soalnya si bayi suka bangun malam, sedangkan pagi tidur terus... jadi dia mulai memberikan susu bantuan yaitu susu formula. Intinya Kak pit minta pendapatku mengenai masalahnya.
Aku katakan, menurutku semua bayi seperti itu... ketika malam rewel sedangkan pagi tidur terus.. disanalah kemudian beberapa orang tua hampir atau bahkan menyerah dengan memberikan makanan tambahan atau susu formula karena menyangka asupan ASI si bayi tidak mencukupi. Aku katakan mengenai pengalamanku menyusui 2 anakku sampai 2 tahun.. bahkan anak yg kedua ini belum kusapih. “Kak, hamdi sama Ahza dulu juga gitu... setiap malam 15 menit sekali mereka beser alias pipis dan minta 'menyusui'.. Kalo capek.. ya kita memang harus kuat... minimal utk 4 bulan pertama kita tetap harus menyusui sambil duduk. Soal mereka sring bangun malam... buat pida mereka sering bangun malam itulah kesempatan kita menyusui mereka... karena biasanya bayi yang masih dibawah 2 bulan menyusui sebentar2 dan langsung tertidur. Kalo tidak sering-sering kita berikan.. itu yang membuat asupan kurang. Kalau kita merasa air susu kita berkurang... ya kitanya yang nambah makan bukan si bayi yang dikasih lain-lain. Coba bertahan dulu... Mudah2an lama-lama terbiasa.
Kenapa dianjurkan ASI exklusif 6 bulan tamba tambahan susu formula? Karena dari yang pida baca bahwa ada kandungan susu formula yang dapat menghambat lajunya penyerapan tubuh terhadap ASI, intinya ASI yang masuk ketubuh tidak maksimal. Padahal ASI sangat penting untuk perkembangan otak.”
Apalagi menurut Penelitian yang dilakukan Dr Katherine Hobbs Knutson, dari Departemen Psikiatri, Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa ASI secara signifikan mempengaruhi perangai sang anak di masa depan. Studi baru seperti dikutip dari HealthDay News ini menyebutkan, seorang ibu yang mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah melaporkan adanya masalah perilaku dan mental pada anaknya selama lima tahun fase
pertumbuhannya. Namun, ditemukan anak yang cuma disusui selama dua bulan berpotensi berperangai buruk dibanding anak yang ditunjang ASI selama satu tahun.

Insya Allah terbukti Hamdi dan Ahza sama2 anak yang sangat aktive.. mungkin beberapa ibu2 malah menyangka itu 'lasak'.. tapi selama ini mereka tidak mempunyai masalah mental misal:
-Tidak pernah memukul teman
-Mampu mengajak teman bermain
-Tidak takut pada komunitas baru... mampu berkelompok ataupun sendiri..
-Atau masalah mental lain.

Memang harus diakui, kita akan amat sangat capek. Itupun kalau terlalu kita fikirkan... Tapi berusalah untuk kuat demi ASI ke buah hati... karena mereka darah daging kita yang akan kita bentuk menjadi manusia yang baik.
Jadi, ibu-ibu muda bekerja ataupun tidak bekerja... Masa depan kita adalah masa depan anak-anak kita... Apa yang kita ajarkan dikemudian hari semua berawal dari sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar