Rabu, 27 Mei 2009

4 Hari Menjadi Juri Blog Competition Bagi Blogger Baru

Berkat bung Fadli, selama 4 hari aku jadi juri lomba blog yang diadakan 'Small kindness' community. Blog yang masuk lumayan banyak. Awalnya sedikit nggak PD, tapi berhubung yang ikut lomba adalah pemula yang bener2 baru mempunyai blog... timbullah rasa percaya diriku. Poin yang paling penting untuk kuambil adalah originalitas posting dan kesesuaian tema. Soal template itu hanya nilai tambah. Yang penting enak diliat dan tidak gelap. Banyak blog yang terlalu berkreasi dengan macam-macam tools, yang ada malah bikin sakit mata dan tidak fokus ngeliat isi postingan.
Dari sekian banyak blog, banyak juga yang cuma copy paste. Sayang sih kalau di pikir-pikir. Blog adalah wadah kita untuk menulis dan menuangkan isi kepala kita.. artikel lain layaknya hanya sebagai sumber pendukung dan bukan bener2 'plokk' sama persis isinya. Itu sama aja dengan plagiat. mungkin beberapa adek2 blogger yang baru belum memahammi betul keindahan dan makna blog sesungguhnya.
Buatku, menulis di blog lebih menyenangkan ketimbang menulis di diary. Paling tidak kita bisa membaginya dengan beberapa teman yang kebetulan blog walking. Alhamdulillah, ketika pengumuman dan pembagian hadiah berlangsung, panitia telah menyampaikan seluruh kriteria penjurian dan alasan masuk 5 besar. Poin yang paling utama dalam blog adalah posting... bagaimana isi dari posting dapat membuat pembaca senang membacanya... dan ukan semata-mata hanya design.
Aku sendiri memulai untuk blogging sejak tahun 2006, dan pertama kali ngeblog di Friendster ( http://blue-imut.blog.friendster.com/ ) waktu masih jaman FS lagi Hot. Kebanyakan tulisan yang aku buat adalah mengenai kurcaci-kurcaciku. Segala tulisan benar-benar berdasarkan pengalamanku pribadi selam mendidik kurcaciku. Selain itu ada juga beberapa postingan tentang puisi, sahabat, atau resensi filem.
ketika kebanyakan orang sudah mulai ngeblog dengan blogspot, akupun beralih ke blogspot pada tahun 2008. Puisi lebih banyak aku tuang disini. Untuk kedepannya, aku ingin sekali mengumpulkan seluruh puisiku dalam satu buah website pribadi dengan nama pribadi tanpa embel-embel blogspot dibelakangnya.. semoga..

Minggu, 24 Mei 2009

Bertahan Ya bu...

Kemaren aku baru ditelpon oleh kakak iparku yang baru melahirkan anak kedua. Alhamdulillah anaknya sudah sepasang. Sebelumnya ia tidak menyusui anak pertama karena air susu tidak keluar. Untuk yang kedua ini kak 'pit' (panggilanku buatnya) lebih semangat buat menyusui. Di telpon Kak pit menceritakan proses menyusuinya yang baru berlangsung 2 minggu. Mulai dari ia merasa air susunya seperti kurang soalnya si bayi suka bangun malam, sedangkan pagi tidur terus... jadi dia mulai memberikan susu bantuan yaitu susu formula. Intinya Kak pit minta pendapatku mengenai masalahnya.
Aku katakan, menurutku semua bayi seperti itu... ketika malam rewel sedangkan pagi tidur terus.. disanalah kemudian beberapa orang tua hampir atau bahkan menyerah dengan memberikan makanan tambahan atau susu formula karena menyangka asupan ASI si bayi tidak mencukupi. Aku katakan mengenai pengalamanku menyusui 2 anakku sampai 2 tahun.. bahkan anak yg kedua ini belum kusapih. “Kak, hamdi sama Ahza dulu juga gitu... setiap malam 15 menit sekali mereka beser alias pipis dan minta 'menyusui'.. Kalo capek.. ya kita memang harus kuat... minimal utk 4 bulan pertama kita tetap harus menyusui sambil duduk. Soal mereka sring bangun malam... buat pida mereka sering bangun malam itulah kesempatan kita menyusui mereka... karena biasanya bayi yang masih dibawah 2 bulan menyusui sebentar2 dan langsung tertidur. Kalo tidak sering-sering kita berikan.. itu yang membuat asupan kurang. Kalau kita merasa air susu kita berkurang... ya kitanya yang nambah makan bukan si bayi yang dikasih lain-lain. Coba bertahan dulu... Mudah2an lama-lama terbiasa.
Kenapa dianjurkan ASI exklusif 6 bulan tamba tambahan susu formula? Karena dari yang pida baca bahwa ada kandungan susu formula yang dapat menghambat lajunya penyerapan tubuh terhadap ASI, intinya ASI yang masuk ketubuh tidak maksimal. Padahal ASI sangat penting untuk perkembangan otak.”
Apalagi menurut Penelitian yang dilakukan Dr Katherine Hobbs Knutson, dari Departemen Psikiatri, Rumah Sakit Umum Massachusetts, Boston, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa ASI secara signifikan mempengaruhi perangai sang anak di masa depan. Studi baru seperti dikutip dari HealthDay News ini menyebutkan, seorang ibu yang mencukupi asupan ASI bayinya tidak pernah melaporkan adanya masalah perilaku dan mental pada anaknya selama lima tahun fase
pertumbuhannya. Namun, ditemukan anak yang cuma disusui selama dua bulan berpotensi berperangai buruk dibanding anak yang ditunjang ASI selama satu tahun.

Insya Allah terbukti Hamdi dan Ahza sama2 anak yang sangat aktive.. mungkin beberapa ibu2 malah menyangka itu 'lasak'.. tapi selama ini mereka tidak mempunyai masalah mental misal:
-Tidak pernah memukul teman
-Mampu mengajak teman bermain
-Tidak takut pada komunitas baru... mampu berkelompok ataupun sendiri..
-Atau masalah mental lain.

Memang harus diakui, kita akan amat sangat capek. Itupun kalau terlalu kita fikirkan... Tapi berusalah untuk kuat demi ASI ke buah hati... karena mereka darah daging kita yang akan kita bentuk menjadi manusia yang baik.
Jadi, ibu-ibu muda bekerja ataupun tidak bekerja... Masa depan kita adalah masa depan anak-anak kita... Apa yang kita ajarkan dikemudian hari semua berawal dari sini.

Malam


Inilah suara setelah keributan ... kesibukan tiada akhir...
Ia adalah suara tanpa nada... yang senyap...
Menyadarkan semua akan batas...
Memberikan ruang pada letih...
memejamkan semua cita-cita dan ambisi...

Inilah suara setelah keributan... kesibukan tiada akhir...
Dimaknai berbeda oleh beberapa kaum...
Bahwa batas tanpa ada batas...
Tetap mengelukan citra dan gemerlap...
tanpa mengetahui eksistensi keberadaannya...

Inilah suara setelah keributan... kesibukan tiada akhir...
Kesempatan meredam pacu jantung yang baru saja terurai
dan tenang mendalami nikmatnya ketika ia datang
dengan kesunyiannya...
dengan iringan angin disela jeritan jangkrik...
dengan kunang-kunang pemberi salam...
dengan adrenalin beberapa pasangan...
Terpejam dalam letih, kantuk, dan hayal...
Inilah nikmatnya... malam...
Selamat malam pada malam.....

12 mei 2009
@ Tempat tidur

Sebuah sandaran

Sebuah sandaran


Di putaran ini ketika batu itu muncul
Begitu kecil... tak sampai melukai..
Tapi ia perlu sebab atas sebuah jawaban...
karena udara butuh sirkulasi
dan mereka tetap harus berputar
menyingkirkan sandungan kecil itu

Ia hanya terdiam..memaknai rangkaian kata
yang begitu saja muncul melabrak tiang - tiang yang ia bangun selama ini
HAmpir saja luruh jika bukan karena sadar akan cinta..
dan atas nama kebaikan.. iya amini..

Tiang-tiang itu masih berdiri ditempatnya
tak sampai runtuh... hanya terdetak oleh kepiawain kata-kata
Tiang-tiang itu masih berdiri ditempatnya
karena komitmen yang ia bangun...
Sebab tiang-tiang itu tak sebanding dengan batu kecil itu...
Amiin....


12 mei 09
@ kasur

Selasa, 19 Mei 2009

Ku menangis dalam Do'a


YA Allah.. Maha pemberi ampun
Izinkanlah kami menerima uraian ampunanmu ya Allah...
karena kami sadar terlalu banyak dosa yang kami anggap benar

Ya Allah Maha penerima amal...
Luruskanlah amal kami, karena terlalu banyak amal kami yang dilingkari riya ya Allah..
Kami sadar akan debu yang mengiringi nafas kami
Kami sadar akan kesombongan atas nama kebaikan kami
Kami sadar akan lidah yang tak bertulang
yang masih tak mampu membatasi obrolan kami
Maka ampunkanlah ya Allah ....

Allaumma Ya Allah...
Kami adalah akar bagi suami kami.. maka berilah kami tanah yang gembur Ya Allah
agar kami kuat menahan beban suami kami, mengalirkan kesuburan kedalam hati dan perasaan suami kami....
Menyamankan pijakan dan langkah suami dalam bekerja

Ya Allah.. Maha Pemberi Tahu...
Bisikkanlah ke dalam pendengaran kami atas langkah kami yang bengkok...
Ketuklah iman kami jika amal tak lagi lurus
Hujani kami dengan air mata hati, akan dosa yang hampir kami lakukan

Ya Allah yang Maha Peneduh
Kami adalah manusia yang sempurna dengan segala hasil karyamu
Tapi kami tak pernah sempurna dalam mengilhami fikiran kami…
Kami selalu terbengkalai memaknai hikmahmu..
Kami selalu lalai mengingat Takdirmu..
Maka Teduhkanlah kami ya Allah
Sejukkan kami jika kenyataan tak lagi sesuai harapan
Sejukkan pula hati suami kami dikala hasil tak memuaskan

Ya Allah yang Maha Suci..
Sucikanlah hati suami kami dalam bekerja…
Hindarkan ia akan rayuan dunia yang dapat merendahkan derajatnya dihadapanMU
Luruskanlah Jalannya dalam berbakti di perusahaan ini
Ridhoi langkahnya dalam segala pekerjaan yang dia lakukan

Ya Allah Tuhan sekalian Hamba…
Hanya ke-hamba an kami yang dapat kami tunjukkan
Begitu miskin dan tipis penghargaan kami atas kebesaranmu
BEgitu kecil dan samar jejak kami di sajadah itu
Namun, berilah kami selalu jalan keluar
Pintu yang terang
Agar kami dapat selalu memegang tali yang tersambung dengan ridhomu

Ya Allah yang Maha Mendengar dikala tak ada lagi orang yang mendengarkan kami
Maka, Dengarkanlah do’a kami….
Amin

19 mei 2009 by Afrida Arfah