Rabu, 31 Desember 2008

Cerita Campur-Campur

Kerjaan rumah udah kelar. Piring-piring udah dicuci, mainan anak2 udah rapi, lantai udah disapu, pakaian udah diangkat dari jemuran. What next? Ya nge blog lah. Pengen cepat-cepat sore, nungguin suami pulang dari kantor... pengennya sih nge-bandrek di pinggir jalan. Btw, bandrek itu kalo di Jogja namanya wedang jahe. Berhubung besok suamiku libur, aku pengennya sih ngopi lagi ke warkop depan hermes Palace hotel. Terakhir kesana waktu liburan minggu lalu. Aku pengen ngopi, trus suamiku ngajak kesana. Tempatnya ok, ada kolamnya, trus dibelakang dan sampingnya ada sawah padahal didepannya ada hotel bintang 5. Barusan hujan, kayaknya gak bisa juga jalan-jalan keluar. Liat ntar malam aja deh gimana acara, soalnya aku juga baru dapat dari sms milist kalo ntar malam ada acara menjelang akhir tahun dikantor.
Tapi kok kayaknya enakan jalan2 aja ya bareng keluarga dari pada ikut acara gituan. Terlalu formal kayaknya.
So, What is my plan for tonight? Liat kondisinya aja deh.
By the way, gak tau kenapa si Ahza, hari ini rewel terus. Aku tinggal sebentar ke kamar udah nangis. maunya di pangku terus. Ini aja nih nulis blognya putus-putus. Padahal hamdi nyantai-nyantai aja nonton CD 'Mengenal Binatang".
Kalo hamdi emang doyan banget nonton CD edukatif kayak gitu. Ada lagi nih yang bikin aku binun, di TVRI ada acara belajar matematika with fun gitu. Nah dia nya malah seneng banget nontonnya, gak boleh diganggu pula. Padahal itu pelajaran buat anak kelas 4 SD keatas deh kayaknya. Tapi emang hamdi seneng banget belajar itung-itungan. Aku pernah beli buku yang buat belajar penjumlahan/penguran buat anak TK. YAmpuuunnn, dianya tuh tahan aja belajar dari mulai jam 7 malam sampai jam 12 malam. Aku yang ngajarin aja sebenarnya udah mulai capek. Lah dianya nggak capek-capek. Sampe habis itu 1 buku dia lahap semua. Emang kalo matematika lumayan encer otaknya hamdi dan dia juga fun belajarnya.
Lain hamdi lain pula Ahza, kalo soal hitung menghitung belum keliatan lah ya. Tapi yang jelas yang menonjol di Ahza, motorik halus dan kasar nya bagus banget. Trus dia juga suka baca-baca (biarpun asal) buku-bukunya dia, dan nulis-nulis ngikutin abangnya. Soalnya si Hamdi juga suka ngegambar sambil cerita-cerita sendiri.
hhhhmmmm, mudah-mudahan mereka bener bener bisa jadi anak cerdas intelektual dan agamanya. Amiiinnn

Bye

Tadi malem sih niatnya hari ini mo bangun subuh. Tapi gara-gara harry potter jadilah ke bablasan.Huuhhh sebel juga sih sebenarnya klo bangun rada siangan. Energinya berkurang. mo ngapa-ngapain jadi makin males. TAdi udah selesai jemur pakaian sih. HArusnya sekarang aku bersih-bersih rumah, cuci piring dll... tapi ampunnn deh malesnya... aura kerjanya kayak diambil setan. HHhuuuuuhhh...
Ngeblog dulu kali biar rada enakan dikit. Si Ahza sih udah bobok lagi. Asalkan jangan bangun aja setelah ngeblog... alamat diriku gak bisa kerja.
LOh... kok jadi tiba-tiba ngantuk nih... duh mau ngeblog atow bobok. Ya ampyuuun... males banget sih aku jadi istri. udah punya anak dua juga kok kayak gini hihihihi. Okelah... sekarang aku mau kerja dulu... dari pada ngikutin malesss mendingan aku bersihin rumah dulu...
bye.....

Semilir angin

Udah hampir 2 bulan gak pake pembantu. Aku putusin gak pake pembantu lagi, soalnya ada pembantu selain meringankan tapi kadang-kadang justru memberatkan. Berat dihatilah, berat dipikiranlah, macem-macem. Kalo Gak ada pembantu gini biarpun sedikit repot, tapi lebih bagus buat anak-anakku. Kerjaanku sebenarnya ya gitu-gitu juga tiap pagi, tapi yang bikin beda hari ini, malam tadi sehabis dari dokter aku dan keluargaku naik motor jalan2 ngelewati jalur belakang yang niat awalnya mau motong jalan malah jadi kejauhan nyelip-nyelip diantara perumahan antah berantah. Sebenarnya sih pengen nyoba tongkrongan baru buat santai, kebetulan kepunyaan adik kelasku yang baru buka 4 hari, Garden cafe namanya. BAgus banget tempatnya, setidaknya untuk ukuran Banda Aceh lah. Dijalan menuju kesana, suamiku cerita soal proposal yang baru aku bikin buat 'our next business'. Sebenarnya kami jarang banget jalan malam keliling-keliling alias kesasar malem-malem selama tadi. I feel so good. Biasanya sih kalo hari libur aja yang jalan-jalan. Selain tentang topiknya, suasana perjlanannya yang bikin aku ngerasa romatis. Biarpun si kecil Ahza udah bobok di pangkuanku, tapi tetep aja aku tuh ngerasa tadi malem indah banget. 1 motor ber empat, Hamdi paling depan sedangkan ahza di tengah. Setelah puas nyasar, Akhirnya nyampe juga ke Garden Cafe. Wuihhh... makin asyik aja suasana romantisnya, tempatnya terbuka, semilir anginnya yang emang sengaja datang buat ngelengkapi malamku, juga makanannya. Kami ngobrol sambil diskusiin masalah interior 'warnet' ku yang baru, juga cerita tentang hasil survey kami beberapa hari ini. Sedangkan 2 kurcaciku udah asik main berdua.

Rabu, 17 Desember 2008

Bila teringat tentang dikau, Dekat dimata JAUH dihati

"Bila teringat tentang dikau
DEKAT dimata Jauh dihati".... hmmm aku selalu tersenyum kalau sekarang ini mendengar lagu Melly Goeslow yang ini. "Dia' memang selalu membalikkan kata-katanya ketika menyanyikan lagu itu sambil menyindirku. 'Dia' yang dulu pernah menyayangiku tulus namun tak pernah memiliku. Dia yang tetap menemaniku walau tau aku mencintai lelaki lain. Dia yang tak menyerah, walau aku tak pernah menerima cintanya.
Ya dialah lelaki yang pernah kusakiti hatinya walau ia tak peduli. Sayangnya ia datang disaat aku mencintai orang lain yang juga tak mungkin kumiliki.
Untuk sekian waktu yang tak singkat, dia terus mendengarkan keluhku. Walau terkadang ada penekanan bahwa tak ada harapan dariku. Sekian waktu pula dia menorehkan kenangan yang tak mungkin dilupakan walau oleh orang yang membencinya sekalipun. Dia selalu mengatakan "Abang selalu menunggu sampai tak ada nama 'nya' di hati Fida" Dan aku pun teringat kembali. Betapa mungkin aku tak memikirkan perasaannya ketika itu.
Ketika kebosanan menghinggapiku, tanpa sadar aku menyakiti perasaannya. Dan dia menghilang sekian lama. Aku merasa bersalah, dan aku menyesal sebagai adik. Tapi aku tak mungkin memanggilnya kembali karena bukan 'cinta' yang kupunya, dan itu hanya akan menyakitinya.
24 bulan berlalu, aku sudah pindah dari kos ku yang lama. mengontrak sebuah rumah bersama adikku yang baru masuk SMU. Aku masih mengingatnya diantara sekian orang yang mencoba menarikku, caranyalah yang paling membekas. Sekian banyak kejutan yang dia berikan kepadaku. Dan aku tau semua itu dia lakukan bahwa ia begitu ingin membuatku tersanjung, dan membuktikan bahwa ada seorang lelaki yang sedang menunggu dan lebih pantas menerima cintaku.
Setelah 24 bulan itu pula, dia tiba-tiba muncul mengagetkanku. Aku tersenyum senang... sungguh aku senang mengetahui dia tidak benar-benar membenciku. Aku tidak tau bagaimana dia mengetahui kontrakanku, tapi aku tau beginilah salah satu cara dia membuatku cukup terpana. Sekian lama tak bertemu, wajahnya yang jujur menyayangiku masih tergambar disana walau aku tau saat itu dia tak lagi berharap. Kami bercerita panjang lebar, menurutnya aku masih riang tapi semakin dewasa. Aku begitu senangnya bercerita sampai tiba-tiba aku teringat akan satu hal. Satu hal yang aku takut membuatnya kembali tersakiti. Mungkin aku egois, tapi aku memang masih ingin bercerita dengannya, tapi aku harus menceritakannya seolah-olah dia adalah teman yang tak pernah mencintaiku.

24 bulan cukup memberikanku banyak kejadian. Ya salah satunya 'cinta baruku' yang sedang mekar dengan seorang lelaki yang begitu aku cintai sampai detik ini. Orang yang begitu aku cintai setiap inci tubuhnya dan kepintarannya yang selalu membuatku bangga. Lelaki yang sudah memperhatikanku ketika kami masih sama-sama di pesantren, ketika aku dan dia masih 13 tahun. Lelaki yang begitu berpandangan ke depan dan mengerti bagaimana dia mewujudkannya. Dan terutama Lelaki yang begitu indah tata bahasanya terhadap orang tuanya dan orang tuaku.

"Fida udah tunangan,bang" Akhirnya aku mengatakannya. Ntahlah kufikir dia sedikit terdiam. Tapi dia memang masih lelaki yang aku kenal. Dia cukup dewasa untuk menerima yang menyakitkan sekalipun.
"o ya? Abang kenal? apa sama someone yang dulu" Dia bertanya
"Bukan, abang juga nggak kenal. Dia lebih dari orang yang pernah fida sukai dulu. Ya itu menurut Fida" Kataku lagi.
"Ohhhh, baguslah klo Fida udah senang sekarang. Kan akhirnya Fida bisa juga lupain itu 'some one" Dia tersenyum, aku yakin dia jujur.
Dan kami mulai bercerita mengenai pertemuanku dengan suamiku. Panjang.. namun sedikit kaku. Aku memperhatikannya, mungkin aku menyakitinya sekali lagi. Namun sekali lagi ia datang pada saat hatiku berlabuh di pria lain. Itulah kali akhir aku melihatnya.
Aku tak pernah melihatnya lagi walau kami berasal dari kota yang sama dan rumah yang tak begitu jauh. Dia juga tak datang ke pernikahanku. Ntahlah mungkin pembantunya lupa menyampaikan undanganku.
Sampai akhirnya aku mengetahui darinya bahwa ia sudah memiliki 2 orang anak sama sepertiku. Dan aku yakin dia sangat bahagia disana.

Thank you for the memories

Jumat, 12 Desember 2008

kutempelkan didinding sebagai pengingat jika aku melakukan kesalahan

UNTUK PERKEMBANGAN
HAMDI DAN AHZA:

Mengaji_1

YANG DILARANG UNTUK DILAKUKAN DIDEPAN MEREKA:

1. MENONTON ACARA TELEVISI YANG BERBAU KEKERASAN, PORNOGRAFI DAN PENYIMPANGAN NILAI AGAMA DAN BUDAYA.
2. MENYALAHKAN LANTAI ATAU LAINNYA JIKA MEREKA TERJATUH
3. MENAKUT-NAKUTI
4. BERBOHONG WALAUPUN ITU HANYA TIPUAN ORANG DEWASA (CONTOH: ‘KALO BANDEL DITANGKAP POLISI’)
5. BERKATA AKU DAN KAU
6. BERTERIAK
7. MARAH-MARAH

YANG DIHARUSKAN DILAKUKAN DENGAN MEREKA:

1. SESERING MUNGKIN MENGAJAK MEREKA BERMAIN, BERNYANYI, MELUKIS DAN MEWARNAI
2. BERCERITA
3. CIPTAKAN SUASANA NYAMAN DI MANAPUN
4. MELATIH MOTORIK KASAR DAN HALUS SETIAP HARI DENGAN BERMAIN
5. MENGAKUI KESALAHAN DIDEPAN MEREKA JIKA SALAH DAN LANGSUNG MEMINTA MAAF

INGAT MENCIPTAKAN SENYUM DI BIBIR ANAK SETIAP DETIK LEBIH BERHARGA DARIPADA MEMAKSA ANAK PANDAI MEMBACA USIA DINI.
ANAK YANG LEBIH CEPAT MEMBACA BELUM TENTU LEBIH MENCINTAI ‘BACA’ DIKEMUDIAN HARI
ANAK CERDAS ADALAH ANAK YANG BAIK MORAL DAN SPRITUALNYA

Ceritaku hari ini


Hari ini menyenangkan... walaupun udah 2 minggu ini hujan terus di Banda Aceh. Bangun sih gak pagi... bisa dibilang agak siang... jam 7 lewat. Tapi bisa aku perbaiki dengan mikir ulang kira-kira mo ngapain nih pagi ini. Tadinya aku pusing tujuh keliling... udah bangunnya siang... rumah berantakan (biasalah anak2). Tapi, kayaknya aku gak boleh manja sama fikiran yang bikin kepalaku malah tambah pusing. Aku tau klo kepalaku bakalan pusing liat rumah kayak kapal pecah. Well, I fixed it. BERESSS semua..... rumah udah bersih... mainan anak2 ku sudah pada tempatnya, lantai sudah disapu, sudah dipel. Anakku sudah mandi, Pakaian sudah dicuci dan dijemur. Trus main-main sama Ahza sambil nunggu Hamdi pulang sekolah. Ahza paling excited kalo dengar suara hamdi pulang sekolah.. 'ABAAAAA..' katanya... "Eh abang Pulangggg'.... aku tambah-tambahin dengan tereak tereak pula.
"Mama... hamdi pulang, ma.... mama hamdi diantar pak lister terusss, hamdi kan pengennya dijemput sama mama"... Kata Hamdi ketika aku buka pintu yang ditangga..
"Lah... Hamdi kan dah gede... ya gak di jemput lagilah sama mama".....
Memang sih kalo pulang sekolah hamdi diantar mobil sekolah dan di temani seorang guru yang bernama "Bu Fauziah' dan seorang pegawai (yang nyetir) sekolah. Tapi kadang-kadang klo lagi pengen aku dan Ahza ke sekolah hamdi liat hamdi sekolah sambil ngajak Ahza main-main disekolah Hamdi.. baru deh pulangnya ikut mobilnya Pak Lister.
Back to my activity today, berhubung Hamdi udah pulang sekolah, sekarang Ahza punya temen main. Mereka lagi main berdua sekarang.
Btw, besok pagi aku ke medan, persiapan menyambut orang tuaku kembali dari Haji mereka. Karena aku akan menghabiskan waktu sekitar seminggu jadi bentar lagi aku harus nyiapin baju-baju kerja suamiku. O ya, suamiku gak ikut ke Medan soalnya dia mo tugas keluar kota. Kasian juga sih, masalahnya Ayah mertuaku juga baru pulang dari Rumah Sakit. padahal suamiku pengen liat ayahnya. Tapi Ayah sangat mengerti, dan sudah baikan dari sakitnya. So besok sesampainya aku ke medan, tujuan pertamaku adalah ke rumah Ayah di Binjai. Trus yang ngantar siapa???? well, Untungnya Adekku yang di jogja lagi ada dirumah sambil nunggu aktivitas program magisternya yang akan dilalui nya di Yogya tercinta.
Ngomong-ngomong soal dua kurcaciku yang sedang main game di laptop sudah 'menguap' ke sekian kali. Itu tandanya sebentar lagi 'Time to bed'. Ya ya ya... Anak-anakku gak bisa yang namanya gak tidur siang. Soalnya emang aku biasain 'HARUS' tidur siang. Menurut artikel yang aku baca (cieeehhh kayak sinetronnya 'Kepompong' ajah), bahwa kurang tidur juga dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Yang namanya 'OTAK' nih yang paling aku jaga. Siapa sih yang gak pengen anaknya pinter. Including me, of course.
Anak cerdas, sehat dan lincah. Wuiiihhhh Aku senang mereka punya itu semua. Soal cerdas... tentu saja menurun dari diriku.. walaupun suamiki bakal protes keras, menurutnya yang namanya pinter itu tetep nurun dari dia. Well well well... sekali lagi tetep aja gen 'Ibu' lebih bayak kontribusinya pada anak, itu yang aku baca di milist (katanya 'opi' yang disadur dr artikel).. hehehehehe.... bangganya para ibu.

Kamis, 11 Desember 2008

Membentengi Diri atau 'pelit' kah?

Sekarang aku baru mengerti, manusia itu terkadang mempunyai sifat menolak ketika batasan ilmunya harus di bagi dengan yang lain jika menyangkut dengan bisnis. Tapi mungkin juga aku yang terlalu banyak ingin tau sesuatu, well bisa jadi itu dijadikan pembelajaran bahwa tidak selamanya keingintahuan kita bisa didapatkan dengan gratis. Tapi, aku sendiri tidak masalah kalau memang ada orang yang sangat membutuhkan pandanganku. Masalahnya adalah kebanyakan orang justru takut terlihat bodoh di depan orang yang lain. Beberapa minggu yang lalu aku diajak ngobrol dengan si 'empunya 'Tempat biasa (TB)'. INti dari obrolan ini adalah Bang fadhil (TB's owner) meminta pendapat sekaligus ijin sih, bahwa ia akan mendirikan bisnis yang sama (Taman bacaan) 1 bulan yang akan datang. Tentulah aku gak masalah sama sekali. Masalah kompetisi??? udah biasa buatku. Warnet yang tadinya cuma ada kami di LR. PBB BRI Darussalam, sekarang sudah ada 5 dan akan 6. Buktinya justru kami masih tetap unggul dari sisi pelanggan (cieee menaikkan citra). So, gak ada masalah juga kalau ada tetangga yang tertarik membuka bisnis yang sama. Jadi aku bilang " ya gak masalah itu bang Fadhil, Malahan kompetisi bisa bikin pida tambah semangat". We'll see okey.... That's me. I never afraid of any challenges. "bang fadhil" tentu saja juga punya teori-teori dan konsep yang dia yakini, kadang-sebagian aku komentari, ya sapa tau membangun. Sebagai tambahan, Siapa itu Bang Fadhil? Dia adalah si Empunya 'TB", bergerak di bidang apakah 'TB'? "TB" adalah singkatan dari cafe 'Tempat Biasa' yang core business nya burger dan 'bakso' TADI nya. Menurut dia bisnis burger nya selama ini berjalan lambat, sedangkan waktu sewa tinggal 5 bulan lagi, dan dalam tempo 5 bulan dia harus mengumpulkan sekitar 20 juta an untuk uang sewa tahun depan. Maka 'IDE' rental novel nya muncul berhubung dulu dia pernah juga menjalankan bisnis itu. Sebenarnya sih, yang jadi tarikan nafasku yang panjang bukanlah karena bakalan ada kompetisi, tapi bisakah dia konsisten dengan 'IDE" bisnisnya yang ini? Karena bisnis itu sangat tergantung dengan konsistensi produk. Karena melihat dari yang sudah-sudah ditakutkan itu malah menjadi masalah baru bagi kesibukannya. Well, tapi aku nggak bisa masuk terlalu dalam. Hanya beberapa pandangan saja yang bisa aku kasih.
Sebenarnya 'Taman Bacaan' sangat cukup memberi aku uang jajan. Berhubung hobiku yg suka jajan. Bersihnya aku bisa dapet 5-6 juta/ bulan. Lumayanlah dari pada harus jadi pegawai negeri hehehehe. Dengan begitu aku masih bisa tidur siang, ketemu sama anak-anak seharian, jalan2, chatting, ngeblog, dll lah.
Balik lagi mengenai kesadaranku bahwa manusia mempunyasi batasan keterbukaan dalam membagi ilmu. Mengapa begitu??? sejujurnya aku sendiri sedikit tidak mengerti, tapi begitulah yang terjadi menurut pengalamanku dari banyak nanya. Atau mungkin aku kelihatan terlalu bodoh kali ya. Ya apapun itu, sebenarnya kita bisa saja menyadari bahwa suatu saat mungkin orang-orang yang bertanya kepada kita justru menjadi unggul, bagaimanapun suatu saat kita mungkin membutuhkan mereka.