Kamis, 13 November 2008

Mereka

Malam-malam begini sebenarnya enakan tidur. Tapi apa boleh buat ngantukku hilang akibat bergadang ngejagain si buah hati yang sedang sakit. Sekalian sudah lama gak punya waktu buat nulis, dicoba aja biarpun gak tau mau nulis apaan.
Belakangan ini semakin bertambah orang-orang yang menarik perhatianku terlebih yang berada di lingkunganku. Kebanyakan sih anak-anak kuliah yang nyambi bekerja paruh waktu atau sekedar melakukan bisnis kecil-kecilan sebagai pengembangan diri. Mulai dari mantan ketua DPM Unsyiah yang bernama afif, Lalu Mahfud yang sedikit pendiam, Nanda dan Marud yang enjoy dengan bisnis MLM nya, Bang fadil dengan Bisnis "Tempat Biasa"nya, Ijan yang terdepak dari 'Selancar.net' dan kuajak bergabung dalam bisnis kecil-kecilanku, Dan sekian mahasiswa lagi yang tergabung dalam keluarga Waroeng Multimedia,Waroeng Komik, dan Proxibit music Studio. Dan mereka semua kecuali bang fadhil adalah mahasiswa.
Ada juga para tetua alias yang lebih tua seperti kak Sri dan pak Norman dengan bisnis "Rumah bunga"nya, Icha dan Riza dengan 'Griya Muslimahnya, Rannie yg merantau dari medan dan membuka salon, dan para pesaing kami seperti Al-Hadi.net, Selancar.net, dan Balee IT. net. Khusus untuk deretan pesaing jangan disalah artikan dengan pengertian negatif. Justru sebaliknya mereka memberikan kami kesempatan untuk lebih kreatif.
Banyak kontribusi positif yang aku dapat dari para tetanggaku ini. Pemikiran yang berbeda-beda, pandangan terhadap usaha yg majemuk, cita-cita dan kreatifitas, Penilaian terhadap real SDM, Religiusitas, Dan kapasitas sebagai mahasiswa yang hampir abadi. Yang jelas dalam menekuni suatu bidang usaha idealisme dan konsistensi memegang peranan penting. Idealisme terhadap tujuan awal bisnis dan konsisten pada waktu dan produk. Dengan begitu pelanggan akan percaya dan tidak merasa dipermainkan. Sebagai contoh "Tempat Biasanya" bang fadhil, Konsep dan tempat sudah baik, hanya saja "TB" seringkali melenceng dari konsistensi waktu bahkan produk. Sehingga beberapa kali 'TB' membuat bingung pelanggan mengenai waktu buka dan tutup atau prduk apa yang dijual. Awalnya 'TB' menjual burger dan semacamnya, ditengah perjalanan 'TB' mengeluarkan produk 'bakso'. Namun Burger yang seharusnya menjadi produk utama sering sekali menghilang alias tidak tersedia. Sekarang produk utama muncul lagi, sayangnya 'bakso' yg sudah ramai peminatnya yang justru menghilang. Waktu/jam buka yang juga tidak tetap sering membuat pelanggan kecewa. Terkadang jam 10, jam sebelas siang, atau ba'da dhuhur, bahkan hari ini 'TB' buka sore. Jika ketidak konsistenan 'TB' dalam menjalankan bisnisnya terus terjadi, bukan tidak mungkin 'TB' akan kehilangan pelanggan setia ataupun yang baru menjadi pelanggan.
Dilain pihak konsistensi itu aku rasakan di 'Griya Muslimah'nya Icha dan Riza. Usaha yang dimulai dari 'Nol' dengan konsep awal yang sederhana namun dilakukan secara konsisten semakin berkembang dengan baik. Kini mereka sudah mempunyai cabang di tempat lain.
Dan lain sebagainya... pemikiran-pemikiran yang aku dapatkan dari pengamatanku terhadap tetangga-tetangga bisnisku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar