Senin, 24 November 2008

jane austine book club

Enaknya klo punya kelompok bedah buku seperti di dalam film 'jane austine book club'. Kelompok pecinta buku jane austine ini sebenarnya tidak semuanya pernah membaca novel-novel karangan 'Jane'. Mereka hanya memerlukan beberapa orang saja. dan kebanyakan anggotanya wanita. Lebih baik kan dari pada hanya sekedar kumpul-kumpul arisan yang gak jelas ngomongin apa. Seluruh kejadian masing-masing tokoh juga dicoba dihubungkan dengan kisah-kisah dalam novel karangan jane. Perselingkuhan, kesendirian, perceraian, kebosanan seluruh pembicaraan mereka selalu berdasarkan buku-buku yang telah mereka baca.
Aku hanya perlu beberapa novel yang menurutku membangun dan mengumpulkan beberapa orang untuk membahasnya. Sekalian refreshing mind biar nggak stag seperti kebanyakan ibu-ibu.
Mungkin buku-buku nya khalid husaini seperti the kite runner dan a thousand splendid suns are interesting to discuss.

Kamis, 13 November 2008

Mereka

Malam-malam begini sebenarnya enakan tidur. Tapi apa boleh buat ngantukku hilang akibat bergadang ngejagain si buah hati yang sedang sakit. Sekalian sudah lama gak punya waktu buat nulis, dicoba aja biarpun gak tau mau nulis apaan.
Belakangan ini semakin bertambah orang-orang yang menarik perhatianku terlebih yang berada di lingkunganku. Kebanyakan sih anak-anak kuliah yang nyambi bekerja paruh waktu atau sekedar melakukan bisnis kecil-kecilan sebagai pengembangan diri. Mulai dari mantan ketua DPM Unsyiah yang bernama afif, Lalu Mahfud yang sedikit pendiam, Nanda dan Marud yang enjoy dengan bisnis MLM nya, Bang fadil dengan Bisnis "Tempat Biasa"nya, Ijan yang terdepak dari 'Selancar.net' dan kuajak bergabung dalam bisnis kecil-kecilanku, Dan sekian mahasiswa lagi yang tergabung dalam keluarga Waroeng Multimedia,Waroeng Komik, dan Proxibit music Studio. Dan mereka semua kecuali bang fadhil adalah mahasiswa.
Ada juga para tetua alias yang lebih tua seperti kak Sri dan pak Norman dengan bisnis "Rumah bunga"nya, Icha dan Riza dengan 'Griya Muslimahnya, Rannie yg merantau dari medan dan membuka salon, dan para pesaing kami seperti Al-Hadi.net, Selancar.net, dan Balee IT. net. Khusus untuk deretan pesaing jangan disalah artikan dengan pengertian negatif. Justru sebaliknya mereka memberikan kami kesempatan untuk lebih kreatif.
Banyak kontribusi positif yang aku dapat dari para tetanggaku ini. Pemikiran yang berbeda-beda, pandangan terhadap usaha yg majemuk, cita-cita dan kreatifitas, Penilaian terhadap real SDM, Religiusitas, Dan kapasitas sebagai mahasiswa yang hampir abadi. Yang jelas dalam menekuni suatu bidang usaha idealisme dan konsistensi memegang peranan penting. Idealisme terhadap tujuan awal bisnis dan konsisten pada waktu dan produk. Dengan begitu pelanggan akan percaya dan tidak merasa dipermainkan. Sebagai contoh "Tempat Biasanya" bang fadhil, Konsep dan tempat sudah baik, hanya saja "TB" seringkali melenceng dari konsistensi waktu bahkan produk. Sehingga beberapa kali 'TB' membuat bingung pelanggan mengenai waktu buka dan tutup atau prduk apa yang dijual. Awalnya 'TB' menjual burger dan semacamnya, ditengah perjalanan 'TB' mengeluarkan produk 'bakso'. Namun Burger yang seharusnya menjadi produk utama sering sekali menghilang alias tidak tersedia. Sekarang produk utama muncul lagi, sayangnya 'bakso' yg sudah ramai peminatnya yang justru menghilang. Waktu/jam buka yang juga tidak tetap sering membuat pelanggan kecewa. Terkadang jam 10, jam sebelas siang, atau ba'da dhuhur, bahkan hari ini 'TB' buka sore. Jika ketidak konsistenan 'TB' dalam menjalankan bisnisnya terus terjadi, bukan tidak mungkin 'TB' akan kehilangan pelanggan setia ataupun yang baru menjadi pelanggan.
Dilain pihak konsistensi itu aku rasakan di 'Griya Muslimah'nya Icha dan Riza. Usaha yang dimulai dari 'Nol' dengan konsep awal yang sederhana namun dilakukan secara konsisten semakin berkembang dengan baik. Kini mereka sudah mempunyai cabang di tempat lain.
Dan lain sebagainya... pemikiran-pemikiran yang aku dapatkan dari pengamatanku terhadap tetangga-tetangga bisnisku.

Izinkan aku


Izinkan aku meminjam tubuh ini lebih lama lagi, Tuhan
Karena aku belum sempurna untuk turut dalam firdausmu
Izinkan aku meminjam tubuh ini lebih lama lagi Tuhan
Karena aku malu mengembalikannya dalam keadaan sekarang
Izinkan aku meminjam tubuh ini lebih lama lagi Tuhan
Ingin aku perbaiki lagi bagian yang rusak
Izinkan aku meminjam tubuh ini lebih lama lagi Tuhan
Ingin ku poles setiap cacat yang kubuat
Izinkan aku meminjam tubuh ini lebiih lama lagi,Tuhan
Hingga tubuh ini kembali sempurna seperti sediakala Engkau menitipkannya padaku.

Rabu, 12 November 2008

Itu bukan masalah

Banyak cara untuk tidak terjebak dalam suatu masalah berlarut-larut. Tapi terkadang kita tidak punya kesempatan untuk memikirkan opsi itu dengan keadaan emosi. Kesadaran baru akan muncul ketika kita merasa bahwa kita baru saja membuat multi problema,istilah akuntansinya masalah 'bunga berbunga'.
Dengan keadaan seperti itu kita semakin tenggelam dalam perasaan penyesalan, terlepas oleh siapa masalah awal itu berasal. Apakah kemudian kita menjadi semakin mundur atau bertindak maju, semua tergantung dengan fokus fikiran kita.
Teringat lagi dengan sebuah buku yang juga katanya sudah difilmkan berjudul 'The secret', Bahwa fikiran ibarat sebuah magnet yang mempunyai daya tarik menarik dan berimbas pada kejadian setelahnya. fikiran juga mempunyai frekuensi. Selama kita berfikir maka fikiran itu akan dikirim ke alam semesta, dan fikiran itu akan menarik semua hal yang serupa yang berada pada frekuensi yang sama. Segala sesuatu yang dikirim keluan akan kembali ke sumbernya dan sumbernya adalah kita. Sebagai contoh, dengan kita berfikir bahwa kita tidak pernah kekurangan uang saja maka uang itu akan datang. Begitupula dengan masalah lain. Semakin kita memikirkan kekurangan atau masalah pelik yang sedang kita hadapi maka cuma kenyataan pahit saja yang akan muncul. Bahkan dengan berandai saja bahwa kita tidak sedang dalam keadaan bermasalah membantu kita keluar dari masalah. Keuangan, pertengkaran, ketidakpuasan, dll semua penanganannya terfokus pada ujung fikiran kita.
Yang terpenting dalam fikiran adalah hindari sikap tak ingin dan penolakan, karena sikap penolakan itupula yang akan kembali mewarnai hidup kita. Kembali lagi dalam mewujudkan penanganan masalah yang ideal, biasanya dalam keadaan emosi sikap penolakan dan tak ingin inilah yang berkembang lebih pesat daripada kontrol positif. Jika kita telah terlanjur menangani masalah tersebut jauh dari sikap dewasa dan fikiran positif maka berhentilah menyesalinya. Putar haluan, dan kembali lagi pada pusat fikiran positif. Fikirkan bahwa apa yang akan kita fikirkan selanjutnya akan menjadi nyata. misal: setelah pertengkaran hebat yang kita lakukan bersama pasangan biasanya baru kita menyadari akibat buruk dari pertengkaran tadi. berhentilah melanjutkan fikiran tadi, fikirkan sesuatu untuk menyudahi pertengkaran itu. Seluruh Ending dan kejadian dalam kehidupan kita tergantung dalam apa yang kita fikirkan saat ini. Jika kita terlilit hutang, jangan menambah beban fikiran dan masuk dalam kubangan penyesalan. Fikirkan tindakan-tindakan yang akan mengilhami semesta untuk mengirim gelombang positif kembali kepada kita.
Dengan begitu kita selalu merasa bahwa hidup kita selalu dalam keadaan baik.