Sabtu, 20 September 2008

Sempurna

Buatmu apa yang dikatakan sempurna? 'tidak ada yang lebih dari itu bukan?'. Tapi buatku Sempurna = Tuhan. Familiar sekali kata-kata 'Tidak ada yang sempurna didunia ini'.. walau basi, tapi itu benar. Bohong kalau aku mengaku sudah sempurna kehidupanku, tidak ada lagi yang kuinginkan. Idealnya kata-kata 'sempurna' tidak' akan hinggap dalam perjalanan kehidupanku. Karena aku mengadopsi sifat-sifat khusus manusia yang tidak ingin stag dalam hal apapun. Lalu apakah itu berarti aku tidak pernah bersyukur? Wallahua'lam, hanya DIA dan aku yang tau apakah aku seorang hamba yang tau terimakasih atau sebaliknya.
Dalam cinta... siapa yang dapat memberikan garansi bahwa cintaku dan suamiku sempurna? tidak aku dan tidak suamiku. Justru itu aku selalu menggali kedalaman cinta suamiku. Cintanya untukku masih belum sempurna, sehingga aku selalu meminta lebih keutuhan cintanya.
Mendorongnya untuk menoreh tinta merangkai segaris puisi cinta yang takkan pernah bisa dia lakukan. Meminta perhatian dalam setiap nafasnya... yang itu pun tak mungkin terjadi. Berharap ia membeli setangkai bunga mawar tanda cinta yang akhirnya dengan malu-malu dia belikan parfum berbentuk mawar, namun itu pun diawali dengan sinyal bahwa aku menginginkan parfum.
Namun pada akhirnya aku mengerti arti ketidak'sempurna'an itu. Dia tidak berperan disana, dalam hal-hal yang romantis. Namun lebih dari itu peranannya jauh melampaui dugaanku. Tanpa aku sadari, setiap alur pembicaraanku selalu merembet padanya. Keputusanku dalam segala hal juga mengapit idenya. Cerdas dan pintar, bahkan kedua hal itu yang selalu mengaduk nafasku ketika melihatnya.
Tidak ada yang sempurna, untuk itulah mengapa Allah menjadikan manusia berpasang-pasangan.